Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!
Renungan:
Hari ini terasa sangat panjang, ya? Menembus kemacetan, menghadapi dosen pembimbing yang sulit, atau klien yang marah-marah tanpa alasan. Sampai di kamar, kamu hanya bisa duduk di tepi kasur sambil menghela napas panjang, merasa seperti sedang berperang sendirian. Sini, saya mau cerita sebuah kabar baik untukmu.
Di zaman nabi Nahum, kota Niniwe—kekaisaran paling kejam di dunia saat itu—menjadi teror mengerikan bagi umat Tuhan. Hidup di bawah ancaman terus-menerus membuat umat Israel kelelahan secara mental dan spiritual. Tapi bayangkan, di tengah ketakutan yang mencekam itu, dari kejauhan di atas bukit, terlihat siluet kaki seorang pembawa pesan yang berlari kencang. Dia tidak membawa senjata, dia membawa berita: "Musuhmu telah dikalahkan! Damai sejahtera telah tiba!"
Sobat, musuh terbesarmu saat ini bukanlah bos yang galak atau saldo rekening yang menipis. Musuh terbesar umat manusia adalah dosa dan maut, yang selamanya memisahkan kita dari kasih Allah. Tetapi lebih dari dua ribu tahun yang lalu, Yesus Kristus mendaki bukit Golgota. Kaki-Nya yang dipaku di atas kayu salib, adalah kaki Sang Pembawa Berita Damai Sejahtera sejati. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, "orang dursila"—yakni kuasa dosa—telah dilenyapkan sama sekali atas hidupmu!
Jadi, jika Sang Pencipta semesta sudah membereskan masalah terbesarmu yang bernilai kekal, apakah Dia akan mengabaikan masalah bayar kosan atau jodohmu esok hari? Seduh secangkir kopi pagi ini, minumlah pelan-pelan. Pemeliharaan-Nya lebih dari sekadar materi; itu adalah kepastian keselamatan, karena kamu sudah menang di dalam Dia.
Mari berdoa.
Tuhan penyembuh luka kami, segala puji bagi-Mu yang telah memenangkan peperangan rohani kami. Balutlah kelelahan kami malam ini dengan kepastian salib-Mu. Di dalam nama Yesus, Amin.