Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Sabtu, 27 Juni 2026

4Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.

Habakuk 2 : 4· Terjemahan Baru

Renungan Harian

Habakuk 2 : 4

Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Renungan: Ambil napas panjang. Tahan sebentar. Hembuskan. Sekarang, pejamkan matamu dan bayangkan ini. Kamu sedang berdiri di ambang pintu sebuah ruang pengadilan. Temboknya terbuat dari cahaya murni, dan di depanmu, duduklah Sang Hakim Semesta Alam. Tidak ada pengacara. Tidak ada harta atau pelicin yang bisa menyelamatkanmu. Di tangan Sang Hakim, ada gulungan kitab yang mencatat setiap kebohongan kecilmu, setiap kemarahan terpendammu, setiap pikiran kotor yang tidak diketahui siapa pun. Menurut keadilan yang mutlak, palu akan diketuk, dan kamu seharusnya binasa. Tapi di detik krusial itu, seseorang melangkah maju. Yesus. Dia menutupi tubuhmu dengan jubah putih-Nya yang bercahaya bersih tak bernoda. Dia berkata kepada Sang Hakim: "Utang anak ini sudah lunas. Aku yang membayarnya dengan nyawa-Ku." Itulah gambaran dari pembenaran. Justifikasi. Habakuk 2 ayat 4 membelah umat manusia menjadi dua kubu ekstrem: Mereka yang membusungkan dada mencoba menyelamatkan dirinya sendiri dengan moralitas, dan mereka yang remuk hatinya, bersandar total pada iman kepada karya Penebus. Ini bukan sekadar iman emosional yang menyuruhmu berpikir positif. Kata 'Emunah' dalam bahasa Ibrani asli berarti keteguhan yang disandarkan pada fondasi yang absolut kokoh. Saat kamu memarkir kendaraanmu, kamu percaya rem mobil itu berfungsi. Iman Kristen adalah memarkir seluruh hidup, masa depan, dosa, dan ketakutanmu sepenuhnya kepada rem keselamatan yang ditarik oleh Kristus di kayu salib. Orang yang benar tidak akan hidup oleh nilai IPK-nya. Tidak hidup oleh validasi jumlah followers media sosialnya. Orang benar, kamu yang dibenarkan oleh anugerah, akan hidup sepenuhnya karena percaya bahwa Tuhan yang telah mengurus seluruh kehidupan kita, pasti sangat mampu dan berdaulat untuk memelihara masalah kehidupan kita hari ini. Bukankah itu sangat melegakan? Mari kita berdoa. Bapa yang suci, kami sujud di hadapan takhta kasih karunia-Mu. Terima kasih karena kebenaran Kristus telah menjadi pakaian kami. Mampukan kami untuk melangkah memasuki akhir pekan ini dengan iman yang teguh kepada pemeliharaan-Mu yang kekal. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Penebus kami yang hidup. Amin.

Bacaan Alkitab

Pagi

Psalmen 147 : 12 - 20

Malam

Markus 1 : 29 - 34

Nyanyian

BE. 229 : 3