3Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
Renungan Harian
2 Tessalonik 3 : 3
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.
Sahabatku, tulisan ini datang langsung dari kedalaman hati seorang pelayan yang mengasihimu. Aku ingin mengatakan sebuah kebenaran yang mungkin terdengar keras: Berhentilah berdoa jika kamu masih melakukan satu kesalahan fatal ini. Apa kesalahan fatal itu? Kesalahan itu adalah ketika kamu berdoa, tapi di saat yang sama hatimu terus-menerus meragukan apakah Tuhan benar-benar peduli dan sanggup menjagamu. Kita sering memperlakukan doa cuma sebagai formalitas penenang kecemasan, tanpa benar-benar bersandar pada kesetiaan-Nya. Kita berdoa minta perlindungan, tapi pikiran kita tetap sibuk menyusun plan B, seolah-olah Tuhan bisa gagal di tengah jalan.
Dengarkan apa yang ditulis Rasul Paulus dalam 2 Tesalonika 3 ayat 3. Dia berbicara seperti seorang bapak rohani yang memeluk pundakmu dengan hangat di malam yang dingin. Dia berkata, "Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat." Mari kita renungkan kata asli dari 'memelihara' di sini, yaitu phylassei. Kata ini bukan sekadar menjaga dari jauh, melainkan tindakan seorang penjaga benteng atau prajurit yang berdiri di garis depan, pasang badan untuk melindungi apa yang berharga baginya. Kamu adalah milik-Nya yang paling berharga. Ketika dunia terasa jahat, ketika tekanan pergaulan begitu kuat menarikmu jatuh ke dalam dosa, atau ketika kesehatan mentalmu terombang-ambing, ingatlah: Kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada kestabilan imanmu, melainkan pada karakter-Nya yang tidak pernah berubah.
Ini adalah inti dari kasih karunia. Kamu dibenarkan dan dipelihara bukan karena kamu kuat memegang tangan Tuhan, tapi karena Tangan Tuhan yang setia memegang erat hidupmu. Kristus telah membuktikannya di atas bukit Golgota. Dia membiarkan diri-Nya ditinggalkan dan dihancurkan oleh kejahatan, supaya kamu tidak akan pernah lagi ditinggalkan sendirian menghadapi musuhmu. Jadi, sudahi kepanikanmu malam ini. Ketika kamu datang dalam doa, lepaskan semua bebanmu. Taruh iman percayamu sepenuhnya kepada Allah Tritunggal yang setia benteng hidupmu yang kokoh. Kamu aman di dalam tangan-Nya.
Mari kita berdoa. Ya Tuhan yang Mahasetia, kami bersujud di hadapan-Mu dengan hati yang penuh rasa syukur. Terima kasih karena Engkau adalah Allah yang tidak pernah berubah dan selalu menepati janji-Mu. Ampuni kami, jika sering kali kami berdoa dengan hati yang bimbang dan kurang percaya. Roh Kudus, tancapkan kebenaran firman-Mu jauh di lubuk hati kami, bahwa Engkau adalah phylassei—penjaga hidup kami yang setia. Kuatkanlah hati kami menghadapi segala tantangan di depan kami, dan peliharalah kami dari yang jahat. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berserah penuh. Amin.
Bacaan Alkitab
Pagi
Poda 1 : 1 - 7
Malam
Markus 2 : 18 - 22
Nyanyian
BE. 508 : 1