Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya.
Pernah gak kamu merasa tersesat, lelah, dan merasa dunia luar begitu kejam menuntutmu menjadi sempurna? Kamu mencari rasa aman di tempat kerja, di pelukan manusia, atau di pencapaian duniawi. Tapi ujung-ujungnya, kamu tetap merasa kosong dan rentan terhadap rasa sakit. Sahabatku, masalahmu bukan karena pintu masa depanmu tertutup, tapi karena kamu yang salah mengetuk alamat untuk mencari rasa aman sejati. Malam ini, di hari Sabtu yang tenang ini, aku ingin mengajakmu mengambil napas dalam-dalam, memejamkan mata sejenak, dan melepaskan semua kepenatanmu. Mari kita lakukan sebuah perjalanan iman, membayangkan sebuah realitas kekekalan yang luar biasa, yang melampaui semua batas ruang dan waktu bumi ini.
Bayangkan dirimu sedang berdiri di puncak perbukitan Danau Toba yang sunyi di malam hari. Angin berembus lembut, bintang-intang bertaburan di langit malam yang gelap pekat. Kamu merasa kecil, dingin, di hadapan semesta. Namun tiba-tiba, sebuah cahaya keemasan yang hangat mulai memancar dan melingkarimu. Bukan api yang menghancurkan, melainkan api kemuliaan surgawi yang kudus, bercahaya terang, mengusir segala kegelapan dan dinginnya malam. Kamu merasa sangat aman, sangat dikasihi, dan tidak ada satu pun bahaya atau ketakutan yang bisa menembus lingkaran api tersebut.
Keindahan imajinasi rohani inilah yang dinyatakan oleh Nabi Zakharia dalam pasal 2 ayat 5. Tuhan berfirman, "Dan Aku sendiri akan menjadi tembok berapi di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di tengah-tengahnya." Mari kita bedah keindahan kata asli Ibrani di sini. Kata 'tembok berapi' menggunakan istilah chomat esh. Di zaman kuno, sebuah kota membutuhkan tembok batu yang tebal untuk melindungi warganya dari serangan musuh atau binatang buas. Tapi Tuhan bilang, untuk kamu, umat yang dikasihi-Nya, tembok batu saja tidak cukup. Dia sendiri yang turun tangan menjadi chomat esh—tembok api yang hidup, bergerak, dan tak tertembus! Bukan itu saja, Dia juga berjanji menjadi kabod —kemuliaan, bobot keagungan surgawi—tepat di tengah-tengah hidupmu.
Ini adalah gambaran sempurna tentang bagaimana Allah Tritunggal memelihara dan membenarkan hidupmu karena iman percaya. Di dalam Kristus Yesus, janji ini digenapi secara sempurna. Kristus telah merubuhkan tembok pemisah antara kita dengan Allah. Melalui Roh Kudus yang tinggal di dalammu, kamu tidak lagi berjalan sendirian di dunia yang kejam ini. Kamu dikelilingi oleh anugerah-Nya yang membentengi masa depanmu, dan dipenuhi oleh kemuliaan-Nya yang memulihkan harga dirimu. Jadi, berhentilah mengetuk alamat dunia yang fana untuk mencari perlindungan. Ketuklah pintu kasih karunia-Nya yang selalu terbuka. Beristirahatlah malam ini dengan tenang dalam dekapan hangat tembok api kesetiaan-Nya, karena hidupmu berharga dan aman dalam kekekalan bersama Kristus.
Mari kita berdoa. Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, kami memuji keagungan-Mu yang melampaui segala batas pemikiran kami. Terima kasih karena Engkau bukan Allah yang jauh, melainkan Allah yang menjadi chomat esh—tembok berapi yang membentengi hidup kami dari segala ketakutan dan marabahaya dunia ini. Ampuni kami jika kami sering salah mengetuk alamat dan mencari rasa aman pada hal-hal yang semu. Roh Kudus, bawalah jiwa kami malam ini ke dalam peristirahatan yang dalam dan teduh di dalam Kristus. Biarlah kemuliaan-Mu terpancar nyata di tengah-tengah kehidupan kami, menguatkan iman kami untuk melangkah di hari esok. Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.