Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Jumat, 10 Juli 2026

Parningotan HKBP Manjujung Baringinna

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.

27Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. 28Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu. 29Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau. 30Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu. 31Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satupun dari jalannya, 32karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. 33Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya. 34Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Iapun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya. 35Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh.

Poda 3 : 27 - 35· Terjemahan Baru

Renungan Evangelium

Poda 3 : 27 - 35

Saudaraku, mari duduk sebentar. Saya tahu angin badai kehidupan kadang membuat genggaman tanganmu melemah. Kegagalan demi kegagalan seolah mengirimkan "surat cerai" pada pengharapanmu. Di masa lalu, leluhur kita menulis Surat Batak di atas kulit kayu atau bambu agar pesannya awet lintas zaman. Tapi hari ini, Ibrani mengingatkan kita pada janji yang jauh lebih abadi. Penulis Ibrani memakai frasa yang indah: "Sebab Ia yang menjanjikannya, setia." Kata "setia" di sini adalah pistos—sesuatu yang mutlak bisa diandalkan. Alasan kita diminta memegang teguh pengharapan BUKAN karena kita ini kuat... Tapi karena Tali Penyelamat itu dipegang oleh Kristus yang tak pernah melepaskanmu. Keselamatanmu bukan bertumpu pada seberapa kuat kamu berpegang pada-Nya, tapi seberapa kuat Dia memegangmu di atas kayu salib. Tarik nafas dalam-dalam, bersandarlah pada janji-Nya. Kita berdoa: Bapa yang setia, di saat tanganku melemah, aku bersyukur karena Tangan-Mu yang berlubang paku itu menggenggamku erat. Teguhkan pengharapanku. Amin.

Bacaan Alkitab

Evangelium

Poda 3 : 27 - 35

Epistel

Markus 3 : 31 - 35

Nyanyian

BE. 692 : 1