Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.
Renungan:
Saudaraku, dengarkan sebentar pesan ini... Jika ada satu hal yang terus berubah di dunia ini, itu adalah dirimu sendiri. Pertanyaannya, kamu berubah menjadi apa?
Rasul Petrus, di akhir suratnya sebelum ia menghadapi kematian, meninggalkan sebuah wasiat penting: "Bertumbuhlah dalam kasih karunia." Perhatikan urutannya. Petrus tidak menyuruh kita bertumbuh dalam kehebatan, bertumbuh dalam kekayaan, atau sekadar moral yang baik. Ia menyuruh kita bertumbuh dalam "kasih karunia" (Grace).
Kenapa? Karena saling menolong tanpa dilandasi kasih karunia hanya akan melahirkan kesombongan rohani. Kamu akan menghitung-hitung kebaikanmu seperti kasir di swalayan. Tapi jika kamu sadar hidupmu sepenuhnya ditopang oleh anugerah pengampunan Yesus yang cuma-cuma, maka menolong orang lain menjadi sebuah refleks, seperti bernapas.
Kamu menolong adik kelasmu belajar, kamu membantu orangtuamu di rumah, bukan untuk membuktikan kamu pantas masuk surga. Kamu melakukannya karena Kristus telah menjadi Tuhanmu, dan pengenalan akan Dia mengubah segalanya. Semakin dalam akar anugerah itu menancap di hatimu, semakin rimbun buah kepedulian yang kamu hasilkan bagi sesama.
Kita berdoa : Tuhan Yesus Kristus, bagi-Mulah segala kemuliaan. Tumbuhkanlah kami dalam pengenalan akan kasih karunia-Mu, agar hidup kami terus menjadi berkat bagi sesama. Amin.