Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,
Renungan:
Pejamkan matamu sejenak, dan bayangkan kamu sedang berdiri di sebuah padang rumput yang tak berujung, dengan cahaya keemasan yang menembus awan abadi. Kehidupan kekal... di sanalah tempat yang akan kita tuju.
Namun hari ini, di dunia fana ini, Tuhan menaruh sebuah pilihan di depan matamu: kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk. Memilih kehidupan bukan sekadar "bertahan hidup". Memilih kehidupan berarti merangkul cara hidup Kerajaan Allah, yaitu dengan saling menolong dan membagikan kasih.
Setiap kali kamu memilih untuk menahan amarah dan memaafkan temanmu, kamu sedang memilih kehidupan. Setiap kali kamu menyisihkan waktu untuk melayani di kegiatan gereja, kamu sedang menghidupi berkat. Kita bisa membuat pilihan-pilihan yang membebaskan ini, karena Kristus telah lebih dulu menanggung kutuk dosa kita di kayu salib, menukarnya dengan kehidupan kekal bagi kita. Kasih karunia-Nya adalah cheat code kehidupan kita.
Hidup ini seperti game yang ujungnya sudah dimenangkan oleh Sang Raja. Jadi, jangan pelit berbagi. Jadilah pahlawan-pahlawan kecil yang membagikan cahaya bagi saudaramu yang kehabisan tenaga. Pilihlah kehidupan!
Kita berdoa : Bapa Surgawi, terpujilah Engkau atas kehidupan kekal di dalam Kristus. Tuntun kehendak kami hari ini, agar setiap keputusan yang kami ambil memancarkan berkat kehidupan bagi sesama. Amin.