Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Minggu, 19 Juli 2026

HijauVII DUNG TRINITATIS

HARI SUKACITA BAGI UMAT TUHAN

11Pada hari itu juga jumlah orang-orang yang terbunuh di dalam benteng Susan disampaikan ke hadapan raja. 12Lalu titah raja kepada Ester, sang ratu: "Di dalam benteng Susan saja orang Yahudi telah membunuh dan membinasakan lima ratus orang beserta kesepuluh anak Haman. Di daerah-daerah kerajaan yang lain, entahlah apa yang diperbuat mereka. Dan apakah permintaanmu sekarang? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu lagi? Niscaya dipenuhi." 13Lalu jawab Ester: "Jikalau baik pada pemandangan raja, diizinkanlah kiranya kepada orang Yahudi yang di Susan untuk berbuat besokpun sesuai dengan undang-undang untuk hari ini, dan kesepuluh anak Haman itu hendaklah disulakan pada tiang." 14Rajapun menitahkan berbuat demikian; maka undang-undang itu dikeluarkan di Susan dan kesepuluh anak Haman disulakan orang. 15Jadi berkumpullah orang Yahudi yang di Susan pada hari yang keempat belas bulan Adar juga dan dibunuhnyalah di Susan tiga ratus orang, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan. 16Orang Yahudi yang lain, yang ada di dalam daerah kerajaan, berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta mendapat keamanan terhadap musuhnya; mereka membunuh tujuh puluh lima ribu orang di antara pembenci-pembenci mereka, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan. 17Hal itu terjadi pada hari yang ketiga belas dalam bulan Adar. Pada hari yang keempat belas berhentilah mereka dan hari itu dijadikan mereka hari perjamuan dan sukacita. 18Akan tetapi orang Yahudi yang di Susan berkumpul, baik pada hari yang ketiga belas, baik pada hari yang keempat belas dalam bulan itu. Lalu berhentilah mereka pada hari yang kelima belas dan hari itu dijadikan mereka hari perjamuan dan sukacita. 19Oleh sebab itu orang Yahudi yang di pedusunan, yakni yang diam di perkampungan merayakan hari yang keempat belas bulan Adar itu sebagai hari sukacita dan hari perjamuan, dan sebagai hari gembira untuk antar-mengantar makanan.

Ester 9 : 11 - 19· Terjemahan Baru

Renungan Evangelium

Ester 9 : 11 - 19

Pernah nggak sih kamu merasa sukacita itu kayak baterai HP yang gampang lowbat? Hari ini happy, besok langsung cemas lagi. Di kitab Ester, ada momen namanya Purim. Sebuah titik balik sejarah ketika vonis kematian massal berubah total menjadi hari bersukacita. Dari suasana berkabung menjadi festival kemenangan. Tapi tahu nggak? Sukacita Ester itu cuma bayangan dari plot twist yang jauh lebih besar. Yesus berkata: “Akulah gembala yang baik, yang memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.” Di sinilah letak rahasianya. Sukacita Kristen modern bukan hasil dari manifesting atau maksa diri untuk selalu berpikir positif. Bukan! Sukacita kita punya dasar hukum yang sah di dalam karya Kristus. Sang Gembala Agung tidak lari waktu serigala dosa dan maut menyerang kita. Dia justru berdiri di depan, menerima hantaman itu, dan mati menggantikan kita. Jadi, saat hidupmu terasa kacau, ingatlah bahwa hidupmu sudah diubah dari kutuk menjadi berkat. Hari bersukacita bagi umat Tuhan bukan karena situasi kita lagi aman, tapi karena posisi kita di dalam Kristus sudah aman selamanya. Rayakan hari ini bukan karena kamu hebat, tapi karena Gembalamu luar biasa. Kita berdoa : Tuhan terima kasih buat karya-Mu yang agung di kayu salib. Ajar kami terus bersukacita karena kasih karunia-Mu yang sempurna. Amin.

Bacaan Alkitab

Evangelium

Ester 9 : 11 - 19

Epistel

Johannes 10 : 11 - 16