Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya.
Renungan :
Pernah gak sih kamu merasa gampang banget ikutan tren hanya karena orang-orang di sekitarmu pada begitu? Saat teman-temanmu panik atau fomo, kamu ikut panik. Saat orang lain bilang "udah lah, nyerah aja," kamu juga ikut-ikutan patah semangat. Tanpa disadari, standar dan pilihan hidup kita sering kali bukan disetir oleh firman Tuhan, tapi cuma karena takut dibilang beda sama lingkungan.
Hal kayak gini sebenarnya udah pernah terjadi dari zaman dulu. Ingat cerita 12 pengintai yang dikirim buat melihat Tanah Perjanjian? 10 pengintai pulang membawa cerita seram dan bikin panik sebangsa. Cuma ada 2 orang—Yosua dan Kaleb—yang datang membawa kacamata iman. Tapi sayangnya, saat itu suara mayoritas yang penakut yang menang. Efeknya? Bangsa Israel malah ngeluh, ngamuk, dan akhirnya batal menikmati janji Tuhan.
Tapi di tengah keramaian orang yang penakut itu, Tuhan notice satu nama: Kaleb.
Tuhan bilang Kaleb itu beda. Apakah Kaleb gak melihat musuh yang badannya kayak raksasa atau tembok kota yang tinggi banget? Dia lihat, kok! Tapi bedanya, Kaleb memilih buat fokus ke Tuhan yang jauh lebih besar dari masalah itu.
Menjadi anak-anak Tuhan yang punya "hati yang beda" bukan berarti kamu gak pernah merasa takut sama sekali. Bedanya, kamu gak membiarkan rasa takut itu ngatur hidup dan imanmu. Kamu gak gampang goyah cuma karena orang lain ragu.
Ikut Tuhan dengan sepenuh hati di zaman sekarang itu artinya:
1. Percaya janji Tuhan, walaupun hasilnya belum kelihatan sekarang.
2. Berani taat, meskipun harus kelihatan beda sendiri di antara teman-teman.
3. Tetap setia, walaupun kadang merasa berjuang sendirian.
Tuhan itu gak pernah lupa sama janji-Nya. Kesetiaan Kaleb terbukti gak sia-sia. Tuhan bawa dia masuk ke Tanah Perjanjian, bahkan berkatnya nyampe ke anak cucunya! Keputusanmu buat setia dan beriman hari ini gak cuma berdampak buat dirimu sendiri, tapi bisa jadi jalan berkat buat orang-orang di sekitarmu nanti.
Yuk, jadi anak muda yang berani kayak Kaleb. Di saat orang lain sibuk ikutan arus, kita berani berdiri teguh dan mengikut Tuhan sepenuh hati!
Doa :
Ya Tuhan, berilah kami hati yang setia untuk mengikuti-Mu sampai akhir hidup kami. Amin.