Logo HKBP

HKBP

Renungan Harian HKBP

Minggu, 18 Oktober 2026

HijauXX DUNG TRINITATIS

DIPANGGIL DAN DIPILIH ALLAH

3Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 11Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

2 Petrus 1 : 3 - 11· Terjemahan Baru

Renungan Evangelium

2 Petrus 1 : 3 - 11

Malam itu gelap banget, bukan cuma suasana di luar, tapi juga kondisi rohani saat itu. Firman Tuhan lagi jarang banget terdengar, dan penglihatan dari Tuhan juga makin langka. Di tengah situasi yang sepi dan gelap kayak gitu, tiba-tiba Tuhan memanggil nama Samuel. Tuhan tuh sabar banget. Dia manggil Samuel bukan cuma sekali, tapi sampai empat kali, padahal waktu itu Samuel masih kecil dan belum terlalu kenal suara Tuhan. Pas udah paham, Samuel ngasih respon yang keren banget: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar." Samuel gak sibuk ngomong duluan atau minta ini-itu sama Tuhan. Dia cuma diem, buka telinga, dan buka hatinya. Nah, ini kunci penting buat kita anak Tuhan kalau mau deket sama Tuhan: mau ambil waktu buat diem dan dengerin suara-Nya. Tapi, pesan yang Samuel terima waktu itu ternyata gak manis. Tuhan mau ngasih hukuman buat keluarga Eli. Anak-anak Eli sering banget berbuat dosa, tapi Eli sebagai orang tua dan imam malah membiarkan aja. Tuhan gak bisa tinggal diam sama dosa yang dibiarin gitu aja. Coba bayangin posisi Samuel saat itu. Dia masih muda, tapi harus menyampaikan teguran keras ini ke Eli—orang yang udah ngerawat dan ngebesarin dia. Pasti berat banget! Tapi Samuel milih buat tetep jujur dan setia untuk menyampaikan apa kata Tuhan. Dari cerita Samuel, ada beberapa hal yang bisa kita renungkan bareng-bareng: 1. Sedia Dengerin Tuhan: Di tengah ramainya media sosial dan kesibukan kita, mau gak kita ambil waktu diam buat dengerin suara Tuhan lewat Alkitab? 2. Siap Menerima Kebenaran: Kadang Firman Tuhan itu menegur kebiasaan buruk atau dosa kita. Bikin gak nyaman, tapi itu demi kebaikan kita sendiri. 3. Berani menyampaikan Kebenaran: Saat Tuhan manggil kita, tujuannya bukan bikin kita terkenal atau disukain semua orang, tapi buat pakai hidup kita sesuai rencana-Nya. Yuk, kayak Samuel, kita belajar buat bilang sama Tuhan: "Berbicaralah Tuhan, aku siap mendengar dan melakukan Firman-Mu." Doa : Tuhan, ajarku menjadi seperti Samuel: siap mendengar, siap taat, dan siap menyampaikan firman-Mu dengan setia. Amin

Bacaan Alkitab

Evangelium

2 Petrus 1 : 3 - 11

Epistel

1 Samuel 3 : 10 - 14