"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

DIALOG KERUKUNAN INTERN UMAT BERAGAMA KRISTEN WILAYAH BARAT

Parapat, hkbp.or.id -  (18/03/2022)

Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, menghadiri Dialog Kerukunan Intern Umat beragama Kristen Wilayah Barat, bertempat di Hotel Danau Toba Internasional. Pertemuan ini berlangsung selama dua hari, yakni 17 s/d 19 Maret. Dihadiri oleh 47 peserta, mewakili 18 Sinode Gereja, 1 Lembaga, dan Panitia dari BIMAS Kristen Kementerian Agama.

Pada pertemuan di hari kedua ini, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, selaku Ketua Umum PGI Wilayah Sumatera Utara periode 2021-2026, mendapat kesempatan menyampaikan materi perihal keberagaman, kerukunan, media teknologi masa kini, dan juga memberikan penguatan bagi setiap gereja untuk menyokong semangat kerukunan antar gereja. Pemaparan dari Pdt. Tinambunan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan para peserta yang hadir.


Ketua Umum PGI Wilayah Sumut ini menjelaskan, bahwa seringkali pergesekan muncul antar umat gereja karena perbedaan yang ada antar gereja yang mereka ikuti dan gereja tetangga. Gereja mana yang paling benar dalam mengikut Kristus dalam liturginya, tradisi, dan lain sebagainya. Tidak jarang dalam dialog tersebut memunculkan tuduhan diri yang paling benar dan yang lain tidak lebih benar.

Ia menekankan perihal kesatuan hati. Gereja menghendaki dan memperjuangkan kerukunan, sehingga dengan demikian dari gereja terpancar damai sejahtera tidak hanya bagi umatnya saja namun juga terpancar hingga kepada gereja-gereja lainnya.

Pdt. Tinambunan melihat, bahwa salah satu penghambat kerukunan ialah kepentingan. Kerukunan sering kali tidak tercapai ketika masing-masing sibuk “membangun kerajaannya”, sehingga tidak seirama dengan Kerajaan Allah, yaitu semangat persekutuan.


Beliau mengambil contoh para missionaris yang datang ke Tanah Batak, seperti Dr. I. L. Nommensen dan para missionaris lainnya. Mereka meninggalkan segala kenyamanan yang mereka miliki di negeri asal mereka, untuk mewartakan kabar baik kepada orang-orang yang belum tentu menerima mereka. 

Prinsip yang dipegang betul oleh Nommensen dan para missionaris yang datang, “Bukan apa yang mau saya dapatkan di sini untuk diri saya sendiri, tapi apa yang mau Tuhan capai melalui kehidupan saya, melalui pelayanan saya.” Ia menambahkan, bahwa inilah yang gereja-gereja perlu bangun untuk membangun kerukunan antar umat gereja. 


Sesi Pdt. Dr. Victor Tinambunan dilanjutkan dengan coffee break. Sebelum meninggalkan pertemuan ini, panitia penyelenggara dan peserta yang hadir memakai momen ini untuk berfoto bersama Pdt. Tinambunan.

SKS-JHB

Pustaka Digital