"Ai Ahu do donganmu,” ninna Jahowa, “laho paluahon ho; ai sun siap do bahenonHu saluhut bangso parbegu haambolonganmu na Hubahen i na sai laon, alai anggo ho ndang siap bahenonHu; ingkon pinsangonHu do ho nian hombar tu uhum, jala ndang tarbahen so toruanHu ho.

Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Jeremia 30:11

Rendah Hati Membuat Kita Terbuka untuk Belajar"

Binjai - Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan mengingatkan para pelayan penuh waktu se-Distrik Binjai Langkat agar tetap rendah hati supaya terbuka untuk belajar. "Kerendahan hati membuat kita terbuka untuk belajar, berubah, bertumbuh, dan berbuah," terang Pdt. Tinambunan dalam kegiatan Pembinaan dan Pemberdayaan Pelayan Penuh Waktu dan Pelayan Distrik Binjai Langkat (28/6/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Distrik Binjai Langkat dan dihadiri oleh seluruh pelayan penuh waktu HKBP se-Distrik Binjai Langkat dan beberapa majelis. Praeses HKBP Distrik Binjai Langkat, Pdt. Hercules Sihotang membuka kegiatan tersebut setelah sebelumnya dilaksanakan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Manotas Simamora.


Dalam era digital saat ini begitu banyak bahan pembelajaran yang bisa diakses oleh para pelayan gereja secara mudah dan gratis. "Belajar sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kita dapat belajar melalui buku, koran, tulisan-tulisan, bahkan medsos," kata Pdt. Tinambunan.

Kompas.com mencatat, menurut riset dari perusahaan media We Are Social yang bekerja sama dengan Hootsuite (2019), menyebut ada 150 juta pengguna media sosial di Indonesia. Melihat fakta tersebut, Pdt. Tinambunan menyoroti hal-hal yang bisa saja menjadi "batu sandungan" bagi para pelayan dan keluarga terkait dengan medsos. "Usahakanlah postingan kita adalah postingan yang konstruktif dan mendatangkan damai bagi pembaca, bukan sebaliknya," ujar Pdt. Tinambunan.

Melihat tantangan yang dihadapi Dunia juga Indonesia yaitu Perubahan Iklim dibarengi Covid-19, Pdt. Tinambunan mendorong Distrik Binjai untuk menjadi pionir dalam menanggapi masalah tersebut. "Mungkin kita bisa menerima persembahan dari warga jemaat berupa barang daur ulang, ini bisa dikoordinir distrik dan usahakan untuk kepentingan umum atau bahkan mendatangkan uang bagi gereja," ajak Pdt. Tinambunan.

Pada akhir acara, Pdt. Sihotang dan Pdt. Guntur Simanjuntak (Ketua Panitia Kegiatan), dan St. M. Manullang (HKBP Stabat) menyematkan ulos kepada Pdt. Tinambunan dan Ibu sebagai ucapan syukur dan terima kasih atas pertemuan dan paparan yang disampaikan oleh Pdt. Tinambunan

 Korespondensi: Kantor Sekjend HKBP


Pustaka Digital