Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana,
Renungan:
Coba ingat kembali satu momen di mana kamu sudah merancang masa depanmu dengan sangat detail, menyusun rencana A sampai Z, tapi semuanya hancur berantakan hanya dalam semalam. Rasanya marah dan kecewa, bukan? Tapi mari kita coba belajar dari Nabi Mika.
Mika bernubuat di masa yang sangat gelap. Bangsa Israel terancam hancur oleh Asyur. Bait Suci yang megah—simbol kehadiran Tuhan—diperkirakan akan runtuh dan rata dengan tanah. Secara logika manusia, itu adalah akhir dari segalanya. Kiamat kecil. Namun di tengah ancaman kehancuran total itu, Tuhan justru memberikan visi ini: "Gunung rumah Tuhan akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung." Bagaimana mungkin sesuatu yang akan dihancurkan, justru dijanjikan akan menjulang paling tinggi?
Di sinilah letak kedaulatan Tuhan yang sering gagal kita pahami. Dalam bahasa Ibrani, kata "berdiri tegak" (Koon) menyiratkan sesuatu yang ditetapkan secara ilahi dan tidak bisa digoyahkan oleh badai geopolitik apa pun. Gunung di dunia kuno melambangkan pusat kekuasaan. Tuhan sedang mengedukasi umat-Nya: "Rencana keselamatan-Ku jauh lebih besar dari tragedi sementara yang sedang kalian alami."
Tuhan membiarkan bangunan fisik itu hancur, karena Dia sedang menyiapkan Bait Suci sejati, yaitu Yesus Kristus sendiri, yang akan ditarik ke atas salib untuk menarik semua bangsa kepada-Nya! Sama seperti rumah adat Ruma Bolon yang dirancang tahan gempa karena strukturnya saling menopang secara fleksibel, rencana Allah tidak pernah kaku oleh ekspektasi manusia. Jika hari ini rencanamu hancur, percayalah, Tuhan sedang membongkar fondasi yang rapuh untuk membangun arsitektur anugerah yang jauh lebih kokoh di hidupmu.
Mari berdoa.
Tuhan semesta alam, kami memuji hikmat-Mu yang tak terselami. Jika rencana kami hari ini gagal, ajar kami percaya bahwa rencana-Mu yang kekal sedang ditegakkan. Di dalam nama Yesus, Amin.