Yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
Renungan:
Berbuat Baik Itu Simpel, tapi Dampaknya Luar Biasa!
Ada kisah tentang seorang guru di sekolah kecil. Dia bukan tipe guru yang punya segudang prestasi megah, tapi dia dikenal banget karena satu hal: selalu punya waktu buat ndengerin murid-murid yang lagi kesusahan. Perhatian yang kelihatannya sepele itu ternyata ngubah hidup banyak anak. Dari sini kita sadar, kebaikan kecil yang dilakukan terus-menerus justru punya dampak yang paling besar.
Di Kisah Para Rasul 10:38, Petrus nyeritain ringkasan pelayanan Yesus. Allah ngurapi Yesus dengan Roh Kudus dan kuasa, lalu Yesus keliling ke mana-mana buat berbuat baik dan nyembuhin orang-orang yang lagi menderita.
Yesus nggak cuma duduk manis nunggu orang datang. Dia aktif nyamperin mereka yang lagi terluka, sedih, dan tersisih. Kuasa Roh Kudus dalam diri Yesus bukan cuma buat hal-hal yang kelihatan keren, tapi buat ngedorong Dia makin peduli dan bawa pemulihan buat orang lain.
Gimana Caranya Kita Nerapin Ini?
Sebagai anak Tuhan, hidup kita juga dipanggil buat ngikutin jejak Yesus:
1. Mulai peka: Jangan cuma fokus sama diri sendiri atau gadget. Coba perhatiin teman, keluarga, atau orang sekitar yang lagi butuh dorongan semangat.
2. Tindakan nyata: Kebaikan nggak harus selalu hal besar. Kata-kata penyemangat, bantuan kecil, atau sekadar mau ndengerin curhatan teman itu udah berharga banget.
3. Jadilah saluran berkat: Hidup yang diurapi Tuhan itu bukan hidup yang egois, tapi hidup yang ngalir buat memberkati orang lain.
Yuk, kita jalani iman yang aktif! Bawa kebaikan Tuhan dalam keseharian kita—baik di sekolah, kampus, tempat nongkrong, gereja, maupun rumah. Amin.
Doa : Tuhan, ajar kami untuk melayani dengan rendah hati. Bantu kami untuk tidak mencari kebesaran dengan cara dunia, tetapi dengan mengikuti teladan-Mu. Amin.