"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

HKBP Distrik XXVII Borneo Berkunjung ke Titik Nol Ibu Kota Nusantara (IKN) baru.

Kesatuan hati 34 Gubernur Kepala Daerah Propinsi yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia membawa “Tanah” dan “Air” dari daerah masing-masing disatukan Presiden Joko Widodo di Titik Nol tempat Ibu Kota Negara baru di Kabupaten Penajam Tanah Paser Utara Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022).

Kendi Nusantara sebagai wadah air dan tanah merupakan simbolis wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua yang menjadi nama Nusantara. Air dan tanah merupakan gambaran kearifan lokal dari setiap daerah di Indonesia yang tergabung dalam Kendi Nusantara.


Nilai-nilai yang sesuai dengan Orientasi Program Pelayanan HKBP 2022 Tahun Kesehatian yang telah dilaksanakan pemerintah, menggerakkan HKBP Distrik XXVII Borneo Praeses Pdt. Mangido Tua Pandiangan, S.Th MM. beserta Pelayan Penuh waktu yang ada di distrik itu, Senin (24/3/2022), berkunjung ke Titik Nol tempat dimana akan didirikan Ibu Kota Negara baru yang Bernama Nusantara yang termasuk daerah pelayanan distrik XXVII Borneo.


Kesehatian hati telah diterapkan pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembagunan dengan membangun IKN baru di Titik Nol daerah Panajam Paser Utara Kalimantan Timur, kiranya menambah semangat kesehatian warga jemaat dan para pelayan HKBP dalam mewujudkan program besar yang Bernama Sentralisasi Keuangan HKBP yang juga diharapkan untuk pemerataan pelayanan di daerah daerah yang kurang mampu sehingga seluruh jemaat beroleh pelayanan yang sama dengan baik. (P. Sam – B’TIK).

Pustaka Digital