"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Pelatihan Pengkhotbah KKI (Kebaktian Kebangunan Iman)

Rabu, 27 April 2022, Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga menyampaikan ceramah di hadapan peserta Pelatihan Pengkhotbah Kebaktian Kebangunan Iman HKBP yang diselenggarakan di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Pearaja-Tarutung. Pada kesempatan ini, Pdt. Dr. Deonal Sinaga menyampaikan beberapa poin penting yang perlu dimiliki oleh seorang pengkhotbah bila ingin menjadi sarana Tuhan untuk membangkitkan iman umat.


Pertama, percaya diri. Pengkhotbah perlu percaya diri ketika menyampaikan pesan Tuhan. Dia perlu yakin bahwa yang disampaikan adalah sebuah kebenaran yang perlu didengar oleh umat. Bila hal pertama ini sudah dipegang, maka proses penyampaian khotbah itu sendiri akan menjadi lebih natural, dan untuk mencegah kesombongan, pengkhotbah harus memfokuskan khotbahnya kepada Tuhan dan Firman, bukan dirinya sendiri.


Kedua, khotbah harus disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dimengerti. Pdt. Dr. Deonal Sinaga menggunakan Yesus sebagai contohnya. Yesus menggunakan banyak media, salah satunya perumpamaan. Selain itu, Yesus juga menggunakan hal-hal yang kita temukan di kehidupan sesehari untuk mendaratkan pesannya. Seperti, domba, gembala, serigala, kebun anggur, benih, nelayan, dll. Hal ini dilakukan agar khotbah bisa dimengerti oleh semua kalangan.

Selain itu, Pdt. Dr. Deonal Sinaga juga menyinggung mengenai Poda Tohonan Pelayan HKBP, pelayan tahbisan memiliki salah satu tugas utama yaitu berkhotbah. Tentu saja khotbah yang dimaksud mencakup yang disampaikan secara verbal dan non-verbal atau disampaikan melalui tindakan kita. Inilah kenapa pengkhotbah harus sungguh serius menjalankan tugasnya, terkhusus tentang berkhotbah.


Selain hal yang harus dimiliki oleh seorang pengkhotbah, Pdt. Dr. Deonal Sinaga juga menyampaikan beberapa hal yang perlu dihindari oleh pengkhotbah. Diantaranya, membesarkan pihak lain selain Tuhan, menyerang atau menghakimi pihak tertentu, dan mengubah isi khotbah karena ada pihak tertentu yang hadir di gereja pada saat itu.

Kegiatan pembinaan yang dihadiri oleh 25 orang dari 64 orang pendeta yang diundang dari 32 distrik ini berlangsung pada tanggal 26-30 April 2022 dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengkhotbah HKBP dalam setiap kegiatan kerohanian HKBP yang bertujuan membangkitkan iman umat, terkhusus di tahun 2022 yang merupakan tahun Kesehatian HKBP. (DK-MS)


Pustaka Digital