"Diri nama di jolongku tumpal hatigoran silehonon ni Tuhan paruhum na tigor i di ari sogot i tu ahu; alai ndada hoalan tu ahu, tu saluhut na do tahe angka namanghaholongi hapataronNa i.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya padaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya."

2 Timoteus 4: 8

Perayaan Ulang Tahun ke- 155 Tahun HKBP Hutadame Saitnihuta

Perwakilan majelis, warga jemaat, Kadep Koinonia Pdt Martongo Sitinjak dan Pendeta Ressort Pdt Victor DR Pasaribu bersama-sama meniup lilin ulang tahun ke-155 tahun HKBP Hutadame Saitnihuta  

“Pada masa ini yang terjadi ialah perjumpaan sesama manusia bukan kemanusiaannya, tapi antara status sosial dengan status sosial,” ujar Kepala Departemen Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak kepada seluruh warga jemaat HKBP Hutadame Sainihuta Distrik II Silindung pada Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus, Minggu (30/5/2019). Ibadah ini juga dipadukan dengan Perayaan Puncak Ulang Tahun HKBP Hutadame yang ke – 155 tahun, yang jatuh tepat pada 29 Mei kemarin.

HKBP Hutadame didirikan oleh Ompu i IL Nommensen pada 29 Mei tahun 1864 di Perkampungan (Huta) Dame yang berada di pinggir Sungai (Aek) Sigeaon. HKBP Hutadame merupakan gereja yang pertama kali berdiri di Silindung. Saat ini, gereja berlokasi di Saitnihuta. Pada depan gang masuk ke Saitnihuta, terpajang Patung IL Nommensen berwarna emas.

Mendasar kepada firman Tuhan yang dikutip dari Filipi 2: 5 – 11, Pendeta Martongo lebih dalam mengulas keprihatinan sosial yang tengah terjadi terus menggerus nilai-nilai kemanusiaan. “Status sosial yang berjumpa merupakan perjumpaan karena kepentingan bisnis, seperti antara penjual dengan pembeli, perjumpaan karena kepentingan jabatan antara atasan dengan bawahannya, pejabat dengan rakyatnya. Hampir tidak ada lagi saling menghargai yang didasarkan pada sifat kemanusiaan,” paparnya.

Pada firman Tuhan pada peringatan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ini mengingatkan manusia kembali tentang pentingnya nilai kemanusiaan. “Tuhan Yesus sendiri tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Ia mengosongkan diriNya sendiri, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib,” katanya, sambil mengutip Filipi 2: 6 – 8.

Tampak jemaat sedang mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan Pdt Martongo Sitinjak

Pendeta Martongo juga mengajak anak-anak sekolah minggu (ASM) turut ambil bagian dalam pemberitaan kabar baik dengan cara memiliki banyak teman. Dengan demikian, kabar baik itu tersampaikan di dalam kehidupan bertemannya sehari-hari. ASM menjadi saksi Kristus di tengah-tengah temannya.

Ibadah ini turut dilayani oleh Pdt Hendrik Simanjuntak SSi-Teol sebagai liturgis dan Pdt Simon Nainggolan STh sebagai pendoa syafaat. Seluruh persekutuan kategorial turut melantunkan kidung pujian. Pada persembahan kedua, seluruh warga jemaat memberikan persembahan khususnya (silua) ke depan altar gereja disambut oleh pendeta dan beberapa penatua (sintua).

Seusai ibadah, seluruh majelis dan warga jemaat HKBP Hutadame bersama-sama merayakan ulang tahun gereja dalam acara peniupan lilin dan pemotongan oleh setiap perwakilan persekutuan kategorial, majelis jemaat, Pendeta Martongo dan istri (Pdt Basa Hutabarat MMin), serta Pendeta HKBP Ressort Hutadame Pdt Victor DR Pasaribu STh dan istri E Br Sumbayak.

Ungkapan syukur ini begitu meriah ditandai dengan suara riuh tepuk tangan dan ucapan selamat ulang tahun dari seluruh warga jemaat setelah peniupan lilin. “Kami bersyukur dan bersukacita atas penambahan usia gereja kita ini. Harapannya, semoga Tuhan semakin memberkati warga jemaat gereja ini dan semakin rajin beribadah,” ungkapan salah satu warga jemaat kepada redaksi di tengah perayaan ulang tahun.

Seusai perayaan ulang tahun, seluruh majelis dan warga jemaat makan siang bersama. Pdt Martongo Sitinjak dan istri, Pdt Basa Hutabarat, menerima cinderamata sebagai tanda kasih sayang warga jemaat HKBP Hutadame Saitnihuta dalam bentuk ulos. Acara ini diakhiri dengan partisipasi majelis dan warga jemaat dalam lelang yang dipandu langsung oleh pembawa acara. Ada juga pertunjukan tarian tortor dari anak sekolah minggu dan beberapa lantunan kidung pujian dari persekutuan kategorial.

Turut hadir beberapa tamu undangan dari gereja tetangga, Gok Asi Sitinjak (putri Pdt Martongo), dan gereja pagaran, HKBP Parbubu Pea.

Kemarin, Sabtu malam (29/5), seluruh majelis dan warga jemaat bersama-sama hadir dalam rangkaian ulang tahun gereja dengan sejumlah acara, seperti partangiangan evangelisasi koor, malam kebersamaan dengan pemotongan kue ulang tahun, api unggung, sajian minuman dan jagung bakar, pertunjukan tarian Martumba dari anak-anak sekolah minggu, serta lantunan nyanyian menghangatkan dinginnya suasana di Silindung. (Biro Informasi – DM)








comments

Leave a Reply