Renungan Harian HKBP | 6 Mei 2024

TENANG BERSAMA TUHAN

 

 

Syalom Bapak/Ibu Saudara/Saudari, Selamat pagi dan salam sejahtera bagi saudara-saudari yang terkasih, sebelum kita memulai aktivitas kita pada saat ini, terlebih dahulu kita di sapa oleh Firman Tuhan, marilah kita saat teduh.

 

Doa Pembuka: Marilah kita berdoa! Bapa yang baik, Bapa yang kami kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus, terima kasih Tuhan dalam penyertaanMu di dalam hidup kami, kami merasakan kasihMu selalu baru, di pagi ini kami hendak mendengarkan FirmanMu berfirmanlah Tuhan kami sudah siap untuk mendengarkannya.Amin.

 

Saudara-saudari yang terkasih Firman Tuhan buat kita hari ini yang tertulis dalam : Markus 4 : 39  Demikianlah Firman Tuhan.

Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu, diam, tenanglah. Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali” .

 

Saudara-saudari yang terkasih ...

Kesetiaan para murid-murid Yesus dalam hal mengikut Yesus sangat luar biasa, mereka setia walaupun banyak penderitaan mereka lewati bersama Yesus, seperti nats kita hari ini dimana para murid-murid merasa ketakutan di tengah laut, ombak yang begitu kencang sehingga kapal mereka hampir terhanyut. Dari ketakutan itulah, mereka membangunkan Tuhan dari tidurnya dan mengatakan : “Guru engkau tidak peduli kalau kita binasa, dan Tuhan langsung terbangun, dan menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu, diam, tenanglah, lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali, dari kejadian tersebut laut itu menjadi tenang dan angin menjadi reda.

Kalau diperhadapkan dengan kehidupan kita pada saat ini, dimana kita tidak luput dari masalah. Kalau kita menghadapi persoalan,maka kita merasa cemas dan bimbang. Bagaimana persoalan itu segera akan berakhir, persoalan itu akan sendirinya dapat kita lewati kalau kita menyerahkannya kepada Tuhan, maka kita akan mengalami keteduhan iman. Sama halnya dengan badai yang menakutkan bagi para murid-murid Yesus, Dia juga mempunyai kuasa untuk membawa ketenangan bagi murid-muridnya. Ditengah badai kehidupan , kita harus banyak mendengarkan suara juruselamat, kita menggumuli FirmanNya, sebab Yesus adalah Juruselamat yang hidup.

 

Saudara-saudari yang terkasih ...

Sebesar apapun taufan dan badai mengamuk semua tunduk pada otoritas Tuhan, kita harus berpengharapan kepada Tuhan, sebab pertolongan kita bukan dari manusia, sebab hanya Tuhanlah yang berkuasa menaklukkan segalanya. Ketenangan hati datangnya dari kepercayaan yang kita imani, kalau kita yakin dan percaya hanya kepada Tuhan,maka hati kita menjadi teduh, dan sifat-sifat yang buruk pasti kita tinggalkan. Allah memberi ketenangan bagi kita yang sudah ditebus dari dosa, maka kita harus benar-benar percaya dan yakin, apapun yang akan kita hadapi dan alami dalam perjalanan kehidupan ini, jagalah hidupmu agar rasa kuatirmu tidak berlebihan, sebab kita ada dalam perahu kehidupan yang dinahkodai oleh Allah. Allah adalah sumber segala-galanya, Tuhan tahu seberat apapun persoalan yang kita hadapi, ingatlah Tuhan selalu setia menolong orang yang berpengharapan hanya padaNya. Oleh sebab itu, jadikanlah Tuhan sebagai nahkoda hidupmu, datanglah kepadaNya, Dia akan memberi ketenangan di dalam hidupmu, sebab Yesus nahkoda yang setia. Amin.

 

Doa Penutup: Marilah kita berdoa! Terimakasih ya Tuhan atas segala kebaikanMu yang selalu baru buat kami, kami bersyukur karena Engkau senantiasa memelihara hidup kami. Terimakasih Tuhan atas FirmanMu kami merasa lega karena Engkau mengingatkan kami agar kami berpengharapan hanya kepadaMu, sebab Engkaulah Nahkoda kami yang setia, Engkaulah Tuhan kekuatan kami, sebab Engkaulah sumber kehidupan,meneduhkan hati kami umat ciptaanMu, kami setia hanya kepadaMu yang memberi pengharapan. Terimakasih Tuhanuntuk segalanya. Amin.

 

Anugerah dari Tuhan kita Yesus Kristus, Kasih setia dari Allah Bapa serta Persekutuan dari Roh Kudus, kiranya menyertai kita sekalian. Amin.



Diak. Linda Siregar - Biro Zending HKBP

Pustaka Digital