"Alai ndang na murak hita bahenon ni panghirimon i, ala nunga diusehon tu bagasan rohanta holong ni roha ni Debata marhitehite Tondi Parbadia, naung nilehonNa i tu hita.

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."

Rom 5: 5

Siapa mau mengikut Dia, HARUS TAAT kepadaNYA!


Kamis (30/5), Kepala Departemen Marturia mengunjungi jemaat HKBP Hutaraja Ugan Ressort Hutaraja Ugan. HKBP Hutaraja Ugan terletak di jalan lintas Sibolga kilometer 4, bangunan HKBP Hutaraja Ugan ini terletak dipinggir jalan sebelah kanan bila kita menuju Sibolga. Saat ini HKBP Hutaraja Ugan dilayani oleh Pdt. Selamat Hutagaol dengan 12 jemaat di Ressort Hutaraja Ugan. Pada ibadah peringatan Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, Ibu kadep berkesempatan untuk melayani jemaat HKBP Hutaraja Ugan. Situasi libur pada hari ini mempengaruhi jemaat yang hadir ke gereja. Tidak seperti biasanya kehadiran jemaat hari ini, hal tersebut dikarenakan ada yang menggunakan waktu ini untuk berkunjung ke tempat yang lain da nada pula yang tidak ada kabar. Tetapi itu tidak mengurangi semangat jemaat untuk memuji Tuhan di Ibadah Peringatan Kenaikan Tuhan Yesus hari ini. Kunjungan kali ini juga membuahkan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Departemen Marturia HKBP dalam waktu dekat ini, yiatu: mengunjungi beberapa jemaat pagaran di Ressort Hutaraja Ugan. Dalam kegiatan ini dibahas mengenai kegiatan kunjungan ini sebagai napak tilas penginjilan di daerah Torhonas dan sekitarnya. Sambutan yang hangat juga diberikan oleh Pdt. Selamat Hutagaol atas perencanaan ini, kegiatan ini akan dipersiapkan dengan baik dan matang.

Dalam khotbah ibu kadep menyapa jemaat dengan gembira, atas perjumpaan dan pelayanan yang boleh dilakukan hari ini. Memang secara jarak dari kantor pusat HKBP ke HKBP Hutaraja Ugan ini tidak terlalu jauh, tetapi selama tiga tahun melayani dikantor pusat HKBP, kali ini diberikan kesempatan untuk melayani jmaat Hutaraja Ugan. Salam kasih dari seluruh pimpinan HKBP, Selamat Memperingati Kenaikan Tuhan Yesus bagi kita. Firman Tuhan yang menyapa kita pada saat ini tertulis dari kitab filipi 2:5:11 pertama, hari ini adalah hari yang istimewa bagi orang Kristen diseluruh dunia pada umumnya yakni merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus. Secara khusus di Indonesia adalah hari Libur nasional. Hal Ini patut kita syukuri bersama-sama Karna di negara mayoritas Muslim, kita dihormati/dihargai. Sementara di Malaysia, hari ini tidak libur. Tahun lalu saya ada di Malaysia, tidak ada gereja pada hari kenaikan Tuhan Yesus.  Kedua, pada hari ini kita mau merefleksikan tentang hari kenaikan Tuhan Yesus. Apa maknanya?

1. Ia Naik ke sorga supaya Ada tempat bagi kita dalam Yoh 14 : 3, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ketempatKu, supaya ditempat dimana Aku berada, kamupun berada"

2. Ia Naik ke sorga supaya Roh Kudus datang menolong orang percaya. Salah satunya membantu kita menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah (Rom 8 : 13) Dan membawa kita memiliki pengharapan yang berlimpah-limpah (Tom 15 : 13).

3. Ia naik ke sorga, supaya ibadah kepadaNya semakin bermakna dan bergairah. Roh Kudus membawa suasana ibadah dalam Roh dan kebenaran.  40 hari setelah kebangkitanNya, Yesus Dan murid-muridNya pergi ke bukit Zaitun dekat Yerusalem. Disana Yesus berjanji kepada pengikut-pengikutNya bahwa mereka akan menerima Roh Kudus. Ia menyuruh mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem sampai Roh Kudus turun atas mereka. Kemudian Yesus memberkati mereka dan kemudian Naik ke sorga (Lihat Luk 24 : 50 - 51). Itulah peristiwa dan makna dari hari kenaikan Tuhan Yesus secara umum. Hari ini kita akan mendengarkan makna kenaikan Tuhan Yesus secara khusus yakni Yesus ditinggikan sebagaimana tema minggu kita hari ini.Apa dasar pemikiran Rasul Paulus mengapa Yesus ditinggikan dalam konteks nas Ini?
Nilai ketaatan Yesus kepada Allah Bapa. Sejak Dia diutus kedunia yakni lahir, sengsara, kematian. Yesus menjalaninya dengan sepenuh hati, dalam nas Ini sangat jelas digambarkan bagaimana Yesus menunjukkan "KETAATAN".


1. Dia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.

2. Dia telah mengosongkan diriNya sendiri Dan mengambil rupanya seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.

3. Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati Bahkan sampai mati dikayu Salib.
TIGA pokok yang mendarat tentang gambarannya ketaatan Yesus yang patut diteladani oleh orang percaya. Ketaatan itu tidak sia-sia, Yesus ditinggikan dan dikarunia i nama diatas segala nama. Namanya diatas segala nama yang ada dibumi terbukti pada ayat 10 - 11 mengatakan bahwa :

- Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada dilangit dan yang ada diatas bumi dan yang ada dibawah bumi

- Segala kisah mengakui "Yesus Kristus adalah Tuhan, "Bagi Kemuliaan Allah, Bapa. "
Sebagai Refleksi bagi kita :

Matius 23 : 12 "Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri ia akan ditinggikan). Kerendahan hati dapat terjadi bila kita mampu masuk dalam menghadapi penderitaan bahkan menjauhkan atau melarikan diri dari penderitaan. Karna Firman Tuhan mengatakan dalam Yoh 16 : 33b, "Haporsuhon do jambarmuna diportibion, alai paima rohamuna nunga talu hubahen portibion.


Bila kita perhatian dalam perjalanan orang percaya secara umum tidak terlepas dari penderitaan/salib. Memikul Salib itu sungguh terjadi baik itu dalam konteks hidup ditengah-tengah masyarakat plural/majemuk, dalam hal Ini kita mengalami diskriminasi, kekerasan, alienasi/keterasingan, keterpurukan, ketidakadilan. Baik itu masalah sulitnya mencari pekerjaan, jabatan/kedudukan Di negara ini. Baik itu masalah kebebasan beribadah, harus melalui peraturan yang ketat. Dari kisah kehidupan Yesus yang penuh dengan ketaatan ini, maka ditinggikan Allah. Demikianlah kita semua yang digambarkan dapat mengikuti jejak Yesus yaitu ketaatan dan melakukan firmanNya. Itulah kunci kehidupan dari sekarang sampai selamanya. Sehingga Misi Allah itu dapat terwujud bahwa mereka meninggikan dan memuliakan Allah di dalam Yesus.
Akhir-akhir Ini sudah banyak orang mengagumi sifat/karakter orang Kristen yang penuh pemaaf/pengampun walau ditindas, dihina, dihujat, dikucilkan. Karakter Ini harus diteruskan. Selamat merayakan.

Seusai ibadah, jemaat bersalaman dengan ibu kadep dan para pelayan ibadah di depan pintu gereja, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dengan parhalado dan jemaat. Sukacita semakin bertambah, selesai berfoto anak sekolah minggu bernyanyi bersama ibu kadep Marturia dengan gembira. Kemudian, bapak Pdt. Selamat Hutagaol menjamu rombongan ibu kadep makan siang bersama di rumah dinas. Diskusi ringan juga dibangun pada saat mencuicipi makan yang disediakan oleh inang pendeta. Rombongan ibu kadep sangat bersukcita atas pelayanan hari ini. Kiranya melalui pelayanan ibu kadep hari ini membawa sukacita dan juga semangat baru bagi jemaat dan parhalado untuk memuji dan memuliakan Allah melalui gerejaNya. (JLS)

















comments

Leave a Reply