"Martua ma sibahen dame, ai goaron do nasida anak ni Debata!

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Mateus 5:9

Ephorus: Hai Ama, Jadilah Imam dan Pengajar Transformatif di Keluarga!

Petojo, HKBP.or.id – Program unggulan Biro Ama Lansia HKBP kembali berlanjut. Kali ini digelar di Regional 3 yang bertempat di HKBP Petojo, Jakarta. Program ini bertujuan mengajak kaum bapak HKBP untuk menyadari peran strategisnya sebagai imam dan pengajar yang transformatif dalam keluarga. 


Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar yang didaulat sebagai keynote speaker, mengajak peserta seminar mengingat lagu Putus Sikkola yang populer pada tahun 70-an, di mana doa dan peran seorang ayah kepada anaknya masih sangat dominan. Akan tetapi, dalam pengamatan beliau, peran pendoa itu sudah berkurang. Bahkan bergeser kepada kaum ibu. 


"Kalau tidak berubah, kaum bapak HKBP akan kehilangan perannya. Mari berubah. Mari bertransformasi. Tugas kaum bapak HKBP masa kini adalah sebagai imam, pengajar, pengayom dan pemimpin yang trasformatif," pungkasnya. 

Seminar Ama HKBP Regional kali ini melibatkan 5 Distrik, yaitu DKI Jakarta Raya, Bekasi, Banten, Deboskab, dan Jabartengdiy. 


226 peserta seminar (105 orang onsite dan 121 virtual) begitu antusias mengikuti topik ini, mayoritas peserta bergantian memberikan pertanyaan dan usulan yang membangun di setiap sesi. 

Serius untuk menghasilkan rekomendasi seminar, panitia juga mendaulat 3 pembicara yang piawai di bidangnya. Mereka adalah Pdt. Dr. Deonal Sinaga, yang membahas topik: Peran Transformatif Kaum Bapak sebagai Imam dan Pengajar dalam Keluarga. Lalu, Maruli Tambunan, PhD, Mantan Dirjen Tenaga Kerja, dengan topik: Apakah Bapak Sudah Menjadi Teladan dan Imam dalam Keluarga, Masyarakat, dan Gereja?. 


Sesi ini diakhiri dengan sangat ciamik oleh dokter ahli kejiwaan, Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ,. yang membahas topik: "Gadget: Musuh atau sahabat anak."


(SKE_JFS)

Pustaka Digital