"Ia parholong ni roha, ndang diulahon na jahat tu angka dongan;

Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia"

Rom 13:10a

Kadep Koinonia Memberikan Pembinaan kepada Guru Sekolah Minggu dan Pendamping Remaja HKBP Se-Resort Papua


HKBP Rogate yang merupakan huria pagaran dari HKBP Resort Papua menjadi tempat kegiatan Pembinaan Guru Sekolah Minggu (GSM) dan Pendamping Remaja yang diadakan pada tanggal 16-18 Mei 2019.

Antusias dari seluruh jemaat HKBP Resort Papua untuk menjadikan anak-anak yang ada di HKBP se-Resort Papua lebih mengenal Tuhan dalam GerejaNya melalui peningkatan pengajaran dari para guru sekolah minggunya, maka melalui parhalado  se-Resort yang dikoordinir oleh Pendeta Resort, maka HKBP Resort Papua secara langsung mengundang Bapak Kepala Departemen Koinonia untuk membina GSM HKBP Se-Resort Papua.


HKBP Resort Papua memiliki empat Huria, yaitu HKBP Nommensen di Jayapura yang merupakan sabungan Resort, HKBP Rogate di Waena, HKBP Persiapan Huria Immanuel di Keerom, dan HKBP Pospel Shalom di Wamena.

Jarak dan medan pelayanan yang harus ditempuh untuk menjangkau setiap huria sangatlah jauh, bahkan Pendeta Resort harus menempuh 1 jam 50 menit dengan menggunakan pesawat untuk menempuh satu huria yang terjauh. Pelayan Full timer yang melayani di HKBP Resort Papua ini yaitu: Pdt. Duat M.T Manullang, S.Th (Pendeta Resort), Pdt. Tony H. Lumbantoruan, S.Th (Pendeta di HKBP Nommensen Jayapura), Pdt. Jetro Tapubolon (uluan HKBP Rogate), Diakones Punia Nababan,


Kegiatan Pembinaan ini diawali dengan ibadah pembukaan yang dilayani oleh Pdt. Tony Lumbantoruan, S.Th. Dalam firman yang disampaikan Pengkhotbah dari Amsal 29 : 17 “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu”, ia berpesan kepada para GSM; mari mempersiapkan diri untuk berbagi kepada anak-anak.

Dalam ibadah pembukaan ini (16/5), Pendeta Resort mengundang Kepala Departemen Koinonia HKBP, Ketua Kegiatan  Pembinaan beserta seorang GSM untuk membuka kegiatan yang dibuka di dalam nama Allah Bapa, AnakNya Yesus Kristus dan Roh Kudus, serta memalu gendang pembukaan secara bersama.


Bapak St. T. Pakpahan Amd.Pd, S.E (ketua penyelenggara Pembinaan) menyampaikan “kiranya kita lebih mampu membangun Kekristenan yang baik bagi Anak Sekolah Minggu di HKBP Resort Papua ini sesuai dengan ajaran/dogma HKBP”. Terimakasih buat bapak Pdt. Dr. Martongo Sitinjak atas kehadirannya untuk membina kami para GSM dan pendamping pemuda, kiranya Bapak Kadep dapat dan memaksimalkan kegiatan ini  dalam membina kami, karena kami panitia hanya memfasilitasi pertemuan namun bapak-lah yang terutama dalam kegiatan ini, harapnya di dalam kata sambutan.

Pada kata sambutannya, Pendeta Ressort menginformasikan bahwa banyak Pemateri/narasumber yang baik dan berkualitas bagi para GSM di tanah Papua ini, namun mengingatkan pentingnya pemahaman ajaran Gereja kita alangkah eloknya jika Pendeta HKBP yang memahami tentang dokma gereja HKBP menjadi narasumber pembinaan ini. Dengan komunikasi yang baik serta mengingat pentingnya Anak Sekolah Minggu di HKBP Resort Papua ini, maka kami mengundang secara langsung bapak Pimpinan Gereja kita HKBP yang menaungi Sekolah Minggu, Remaja dan Naposobulung (SMIRNA) dan Pembinaan yaitu bapak Kepala Departemen Koinonia HKBP. Kami sangat berterimakasih atas waktu dan kesediaan bapak kadep  yang dapat memperlengkapi pelayanan kami di huria yang berada di tanah Papua ini, tutur Pdt. Duat Manullang.


Bangunlah cinta kasih kepada Anak Sekolah Minggu seperti seorang pemuda yang sedang jatuh cinta kepada seorang wanita atau sebaliknya. Sebab ketika ia ingin mencuri perhatian dari lawan jenisnya, ia pasti akan mengupayakan dan memperlengkapi dirinya agar dapat perhatian. GSM juga harus memperlengkapi diri kita untuk dapat diperhatikan oleh anak-anak Sekolah Minggu.

Perlengkapan yang utama dari para GSM dalam melayani Anak sekolah minggu adalah menanam “partondion yang harus JESUS NGOLU NI TONDINGHU”. Dengan demikian, GSM akan totalitas menjadikan Jesus sebagai kehidupannya dalam melayani.  Sebab pengajaran anak sekolah minggu adalah proses yang panjang karena itu akan dikenang oleh anak sekolah minggu seumur hidupnya, maka kita harus membangun partondion kita terlebih dahulu, terang Pdt. Martongo Sitinjak.


Ketika kasih dan iman kita semakin bertumbuh sebagai pengajar anak sekolah minggu, maka kasih dan iman yang ada pada diri kita lah yang di transfer kepada anak sekolah minggu dan kesiapan serta keseriusan seorang pengajar dalam pengajarannya sangatlah penting, tambah narasumber pembinaan ini.

Menanamkan kepribadian yang baik serta iman yang benar-benar kepada Tuhan dari diri seorang GSM  kepada Anak sekolah minggu jauh lebih utama ketimbang mengubah jiwa seorang anak sekolah minggu. Namun, Sekolah minggu bukanlah mengenai hubungan Anak Sekolah minggu dengan Guru sekolah minggu dalam proses pengajarannya tetapi mengenai hubungan Guru sekolah minggu dengan Tuhan dan Anak sekolah minggu dengan Tuhan. Sebab Sekolah minggu merupakan media bagi anak dan guru sekolah minggu untuk lebih dekat serta menghidupi hubungannya dengan Tuhan.


Banyak hal yang disampaikan Pdt. Dr. Martongo Sitinjak dalam pembinaan Guru Sekolah Minggu, antara lain ; Pemahaman tentang ajaran yang harus disampaikan di Sekolah Minggu HKBP, yaitu harus berlandaskan dari Alkitab  yang dilandaskan dalam Katekhismus Martin Luther, Buku Ende HKBP, Agenda HKBP, Aturan Peraturan HKBP, RPP HKBP, Konfessi HKBP (Dokumen Teologi HKBP). GSM juga menerima pembekalan tentang pemahaman dan penggunaan Buku Panduan Anak Sekolah Minggu dan bersama mengumandangkan lagu-lagu yang ada di Buku Ende Sekolah Minggu HKBP.

Rasa antusias dari setiap GSM dalam menggali kemampuan untuk lebih memahami pengajaran yang harus dilakukan kepada Anak Sekolah Minggu terlihat dari beberapa diskusi yang dilontarkan mereka dari berbagai pertanyaan yang mereka sampakan kepada bapak Kadep Koinonia HKBP.


Begitu juga yang terjadi dalam diskusi terhadap para Pendamping Remaja, pemahaman tentang peribadahan HKBP menjadi poros dari pembinaan ini. Nara sumber mengenalkan isi dan maksud dari peribadahan HKBP yang tersusun dalam Agenda Minggu, serta pemaknaan setiap lagu yang ada dalam Buku Ende HKBP.

Para GSM dibagi menjadi 3 kelompok untuk mempersiapkan pengajaran kepada 3 horong anak sekolah minggu, sebab mereka akan mempraktekkan apa yang telah mereka pahami untuk mengajar di sekolah minggu. Dalam simulasi pengajarannya, GSM saling berbagi serta sama-sama memperkaya ajaran-ajaran yang mereka sampaikan.


Kegiatan ini ditutup dengan peribadahan yang dipimpin oleh Pdt. Duat Manullang sebagai liturgis dan Pdt. Dr. Martongo Sitinjak memberitakan Firman yang di ambil dari Markus 10 : 13-16.  Jalinlah hubungan emosi yang baik antara diri kita, terlebih orangtua terhadap anak-anaknya, sebab jika tidak maka mereka akan mencari dan menemukan kasih sayang yang diluar. Ingatlah, masa Sekolah Minggu merupakan masa membangun cinta kasih kepada anak-anak. Ungkapan-ungkapan yang menyejukkan dan berkatlah kiranya kita lontarkan kepada anak-anak serta luangkanlah waktu untuk duduk bersama serta bercerita dengan mereka, lugas pengkhotbah dalam khotbahnya.

Para GSM yang mengikuti Pembekalan mengumandangkan lagu sekolah minggu yang diambil dari Buku Ende Sekolah Minggu No. 10 “loja ni dainangi/saat kuingat” di ibadah penutupan yang dihadiri Jemaat HKBP Rogate. Di dalam peribadahan penutupan juga disampaikan Sertifikat kepada seluruh panitia dan para peserta pembinaan secara langsung oleh Bapak Kadep Koinonia HKBP.


Inang Dra. R. Br. Sihotang mewakili GSM yang mengikuti pembinaan menyampaikan banyak terimakasih kepada bapak Kadep Koinonia HKBP yang sudah menganggap kami seperti seorang sahabat yang sangat dekat selama tiga hari ini, walaupun ia seorang pimpinan HKBP. Kiranya pembelajaran yang baru serta menarik buat kami dapat kami lakukan di Sekolah Minggu HKBP di tanah Papua ini. Selaku Ketua panitia, St. T. Pakpahan Amd,Pd, SE juga  menyampaikan terimakasih buat bapak kadep Koinonia  serta seluruh panitia juga para guru Sekolah minggu yang telah berletih dan bersama-sama selama tiga hari ini untuk mengikuti kegiatan kita ini.

Pembinaan ini ditutup secara resmi oleh Pendeta HKBP Resort Papua (18/5) di dalam nama Allah Bapa, Anaknya Yesus Kristus dan Roh Kudus, amin. Kiranya melalui pelatihan ini dapat menjadikan Para GSM lebih mempersiapkan diri untuk belajar bersama dengan anak sekolah minggu digerejaNya serta anak-anak Sekolah minggu HKBP menjadi lebih dekat kepada Tuhan dan mencintai gerejaNya HKBP mulai dari dini. Tuhanlah yang bekerja melalui para GSM dan para anak Sekolah minggu HKBP untuk menyatakan kasihNya kepada seluruh umat. Pada akhir pertemuan, mereka menyampaikan Salam dari tanah Papua dari para Guru Sekolah minggu dan pendamping Remaja HKBP Resort Papua kepada guru-guru Sekolah Minggu HKBP. (RH)










comments

Leave a Reply