"Jadi ro ma hata ni si Samuel tu sandok Israel songon on: Molo tung mulak hamu tu Jahowa sian nasa rohamuna, sai paholang hamu ma angka debata sileban sian tongatongamuna, ro di angka sombaon Astarot, jala marsihohot rohamuna tu Jahowa, jala sasada Ibana oloi hamu, asa dipalua hamu sian tangan ni halak Palistim.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.""

1 Samuel 7 : 3

Pembekalan Parhalado HKBP Se-Resort Medan Timur, Sekjend: "Keteladan Parhalado Berpengaruh kepada Warga Jemaat"

MEDAN, hkbp.or.id - Sesuai dengan program HKBP tahun 2022, yang mengarahkan pelayanannya pada "Tahun Kesehatian" dalam Persekutuan, Kesaksian, dan Pelayanan, majelis HKBP se-Resort Medan Timur mengadakan pembekalan dengan tujuan agar majelis mampu mengemban tugas pelayanannya sehingga kehadirannya menjadi bermakna dan bedampak baik bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

Resort Medan Timur terdiri dari 4 jemaat lokal yaitu HKBP Sidorame sebagai jemaat induk dan HKBP Gang Sado, HKBP Bandar Setia, dan GKJ Sei Agul Rotan. Kegiatan yang diadakan di Kenanga Garden, Medan tersebut dihadiri oleh 90 orang majelis dari keempat jemaat tersebut (9/7/2022).


Sebelum memulai sesi pembekalan dari narasumber, seluruh peserta beribadah bersama dan melakukan Perjamuan Kudus yang dipimpin oleh Pdt. Mince L. Hutagalung (Pimpinan Jemaat GKJ Sei Rotan) dan Pdt. Asni Manurung (Pendeta Fungsional HKBP Sidorame).

Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan hadir sebagai narasumber dan memaparkan "Spiritualitas Parhalado di tengah Aneka Zaman." Sesi pemaparan Pdt. Tinambunan dimoderasi oleh Pdt. Pantas Parapat (Pendeta Resort HKBP Sidorame).


Dalam paparannya, Pdt. Tinambunan menyampaikan tentang tanggung jawab majelis sebagai teladan di tengah-tengah kehidupan warga jemaat. "Berkaca dari fakta-fakta tentang kehidupan bergereja di Amerika dan Korea, tidak menutup kemungkinan di Indonesia, majelis memiliki tanggung jawab sebagai teladan terhadap warga jemaat dalam kehidupan bergereja."


Menekankan pentingnya meningkatkan spiritualitas, Pdt. Tinambunan mengajak seluruh majelis untuk merenungkan kembali makna awal panggilan pelayanan yang telah diterima. "Menjadi pelayan di gereja bukanlah karena kemampuan atau kelayakan kita namun semata-mata karena kita dimampukan dan dilayakkan serta diikutsertakan oleh Kristus pemilik pelayanan ini," terang Pdt. Tinambunan.


Sesi pemaparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Pdt. Pantas Parapat. Setelah tanya jawab, seluruh peserta makan siang bersama dengan Pdt. Tinambunan.

(SKS-NS)



Pustaka Digital