Pimpinan HKBP Paparkan Prioritas dan Program Strategis Periode 2024-2028

Kantor Pusat HKBP (25/2) – Para pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) memaparkan prioritas dan program strategis mereka dalam rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS) HKBP yang berlangsung pada 24-26 Februari 2024. Paparan ini mencakup berbagai bidang pelayanan, mulai dari pendidikan, misi, hingga diakonia.

Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST menyebutkan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan teologi HKBP. Menurutnya, mulai tahun 2025, hanya STT HKBP Pematangsiantar dan STFT Jakarta yang direkomendasikan untuk menghasilkan pendeta HKBP, dengan kuota yang ditetapkan oleh pimpinan. Ephorus juga berharap melakukan evaluasi misi pelayanan para misionaris yang telah diutus HKBP ke Afrika. Ephorus berpendapat bahwa pengutusan misionaris ke depan akan difokuskan pada pembukaan gereja baru, bukan melanjutkan pelayanan di gereja lokal.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th ingin mendorong seluruh huria untuk memperbarui data di database HKBP. Upaya ini akan sejalan dengan pengembangan arsip kepersonaliaan digital sehingga akan memantapkan jalan perubahan Biro Personalia HKBP yang kedepannya akan menjadi Human Capital Management Program. Perubahan ini akan membantu HKBP dalam mengevaluasi dan merencanakan perkembangan sumber daya pelayan sekaligus mengantisipasi perilaku negatif pelayan pasca sentralisasi keuangan. Sekjen juga menyatakan Aplikasi Almanak HKBP telah tersedia di Android dan iOS (dalam proses). Tinggal diharapkan serapan pengguna aplikasi yang semakin bertambah setiap waktu. Selain itu, akan dikembangkan juga program "one stop office", yaitu program yang memungkinkan administrasi kantor dapat berjalan secara efisien dengan mengandalkan perkembangan Teknologi Informasi.


Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, sekali lagi mengungkapkan moto departemen: "Striving for Excellence". Kadep Koinonia menyebutkan bahwa Biro Sekolah Minggu dan Biro Remaja-Pemuda telah dipisah. Selain itu juga dipaparkan rencana partisipasi HKBP dalam dalam kegiatan internasional maupun lokal, misalnya Paskah Raya se-Tapanuli Raya, Jambore Nasional Sekolah Minggu dalam dua regional, Jetun Games menjadi kegiatan tahunan serta gerakan masif penanganan masalah sosial dan lingkungan.

Kepala Departemen Marturia HKBP, Pdt. Bernat Manik, M.Th. mengungkapkan upaya yang sedang dilakukan untuk pengembangan misi dan pendirian pos misi baru di samping penguatan pelayanan di pos misi yang sudah ada. Salah satu cara yang akan dicapai adalah penyegaran pelayan dan peningkatan pelayanan klinik zending sebagai bagian dari program misi holistik. Diupayakan juga pengembangan misi ke Indonesia Timur, kerja sama dengan UEM Wilayah Asia. “Tentu semuanya akan disesuaikan dengan Renstra HKBP,” ujar Kepala Departemen Marturia.

Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min lebih berfokus pada upaya peningkatan pelayanan sosial dan kemasyarakatan, pengembangan pelayanan bagi kelompok rentan, pengembangan sekolah dan pelayanan kesehatan HKBP, pengembangan unit usaha diakonia, penggalangan dana untuk program diakonia, evaluasi dan peningkatan pelayanan di seluruh unit pelayanan diakonia. Paparan ini menunjukkan komitmen pimpinan HKBP untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi gereja dan masyarakat. (B-TIK) 


Pustaka Digital