Renungan Harian HKBP | 7 Oktober 2023

Doa Pembuka: Allah Bapa Kami yang berada di kerajaan Surga, kami sungguh berterima kasih kepada-Mu karena begitu besar kasih-Mu yang dapat kami rasakan di dalam kehidupan kami saat ini. Ya Allah, sebentar lagi kami akan mendengar Firman-Mu, berkatilah hati dan pikiran kami, agar kami bisa mengerti Firman-Mu serta melakukannya di dalam kehidupan kami. Terima kasih Tuhan, Di dalam nama Anak-Mu Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa dan mengucap syukur. Amin. 

Renungan

Nas: Yohanes 8:12

”Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”

JiwaKu Menerangi Engkau CiptaanKu

Saudara-Saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, pasti dari antara kita sering sekali mendengar teks ini bahwa Yesus adalah terang dunia. Terang disini ialah suatu hal yang berkaitan dengan kegelapan. Cahaya dapat terlihat kalau ada kegelapan, dan sebaliknya juga kegelapan ada karena tidak adanya cahaya pada suatu tempat. Ketika kita berjalan di suatu yang tempat yang begitu gelap, seakan-akan kita pun tidak bisa melihat sekeliling kita, maka ia harus membutuhkan cahaya untuk berjalan melalui itu. Analogi inilah yang mau diberitakan oleh Yesus kepada kita, bahwa Yesus adalah terang dunia. Dunia sudah menjadi gelap karena perbuatan dan dosa kita, dunia sudah tempat dimana terlalu banyak orang yang menggelapinya, maka cahaya itu pun tidak dapat terlihat. Hal ini bisa kita lihat, sudah banyak manusia yang serakah, melakukan perbuatan dosa, tidak sayang kepada sesama, dan selalu didalamnya ada iri dan dengki. 

Pada saat itu, Yesus berusaha dicobai oleh banyak orang termasuk orang Farisi karena ajarannya yang dianggap menyimpang dari Taurat. Mereka melihat bahwa pekerjaan Yesus adalah pekerjaan yang sesat dan hilang arah. Akan tetapi, Yesus tidak termakan dengan cobaan mereka yang berusaha menjatuhkanNya. Yesus malah memberikan pemahaman ”Aku adalah Terang Dunia” yang dalam bahasa Yunani nya ialah to phos tou kosmou ini cara Yesus mengidentifikasi diri-Nya sebagai sumber cahaya yang dapat mengubah dunia. Dalam hal ini menandakan ajaran-ajaran Yesus adalah ajaran yang bersifat menerangi kegelapan. Semua akan diterangi dengan ajarannya. Yang menjadi persoalannya kepada kita yang adalah pengikutnya, apakah kita melihat Yesus sebagai terang dunia? Apakah kita melakukan ajaran-ajaran yang dilakukan Yesus? Mungkin jika ditanya kepada saudara-saudari yang terkasih di dalam Yesus Kristus, kita belum sepenuhnya menganggap Yesus sebagai terang dunia karena masih banyak dosa yang kita perbuat di dalam kehidupan kita. Kita seakan-akan terlena akan kegelapan yang dimana dosa yang membuat demikian. Kita seakan-akan lupa bahwa kita sedang berjalan ditengah-tengah kegelapan. Tidak jelas arah, ke kiri atau ke kanan, ke depan atau ke belakang, linglung dan tidak punya arah itulah jalan yang kita lalui jika hidup dalam kegelapan. 

Jika begitu yang terjadi di dalam kehidupan kita, apakah yang harus kita lakukan? Sebenarnya kita harus menjadi lilin yang kecil ditengah-tengah kegelapan. Lilin kecil yang mungkin kita pikirkan ialah, apakah ini dapat menerangi kegelapan yang begitu gelap itu? Jawabannya dapat menerangi. Tapi kan kecil, kok bisa? Ia karena Yesus mengajarkan kita dari kesederhanaanNya untuk turut berjalan selangkah demi selangkah, karena lilin kecil membuat kita berjalan dengan hati-hati dan penuh waspada. Kita tidak perlu takut, karena kita hidup melalui cahaya yang kita anggap kecil itu, karena cahaya itu bukanlah manusia, melainkan Yesus itu sendiri. Di dalam cahaya itu ada pengharapan, kasih, dan perbuatan baik. Kita selama ini salah dalam memahami cahaya itu, mungkin dari antara kita merasakan bahwa manusia itulah cahaya kehidupan kita, seperti jika tidak ada seseorang ini kita merasakan tidak ada lagi pengharapan. Melainkan teks ini menjelaskan bahwa cahaya yang kita pegang ini bukanlah cahaya yang dibuat oleh manusia, melainkan dari Yesus itu sendiri. Karena Yesuslah sumber pengharapan kita ketika melewati kegelapan yang menyinari kita. Selamat merasakan Kasih Suka Cita Tuhan yang di dalamnya ada sumber cahaya, yaitu Yesus Kristus itu sendiri.

Doa Penutup: Ya Allah Bapa yang bertahta di dalam kerajaan Surga, terima kasih Tuhan atas firman Mu yang Engkau berikan kepada kami, kiranya kami dikuatkan menjadi seorang yang mau membantu orang lain di dalam kehidupan kami sehari-hari, dan kami dikuatkan untuk menjalaninya di dalam kehidupan kami. Kami sadar Tuhan bahwa Engkau pun sebagai gembala sangat menyayangi domba-dombanya yaitu kami. Kiranya Engkau selalu memberikan damai sejahtera kepada kami dalam kehidupan kami sehari-hari. Terima kasih Tuhan, di dalam nama anakMu Tuhan Yesus Kristus. Amin. 

C.Pdt. Philip Timoteus Nainggolan, S.Si (Teol)- Melayani di Biro Oikumene HKBP

Pustaka Digital