"Diri nama di jolongku tumpal hatigoran silehonon ni Tuhan paruhum na tigor i di ari sogot i tu ahu; alai ndada hoalan tu ahu, tu saluhut na do tahe angka namanghaholongi hapataronNa i.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya padaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya."

2 Timoteus 4: 8

Ulang Tahun Ke- 40 Tahun HKBP Jakasampurna, Ephorus HKBP Disambut Budaya Betawi Dan Musik Marawis


Budaya Betawi musik marawis dan tradisi palang pintu menyambut Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama rombongan sebelum memasuki kompleks gereja HKBP Jakasampurna dalam rangka ulang tahun gereja ke 40 tahun dan peresmian gedung serbaguna HKBP Jakasampurna Distrik XIX Bekasi, Minggu (25/08/19). 


Rukun dan Damai, demikian tampak dari keakraban warga bersama jemaat HKBP Jakasampurna dengan penampilan Budaya Betawi dan Musik Marawis yang mengawali acara tepat di jalan menuju kompleks gereja yang disaksikan seluruh jemaat dari anak – anak sampai lansia.


Ephorus HKBP yang tiba di kompleks gereja sekitar Pkl. 08.30 Wib langsung disambut dengan Tokoh Betawi dan para pemuda/i Betawi yang merupakan warga daerah sekitar gereja. Pendeta HKBP Ressort Jakasampurna Pdt. Patar Soaduon Napitupulu mengatakan kalau kerukunan masyarakat disini sangat dipresiasi dan terus dijaga dengan baik, termasuk gereja. Kami disini semua bersaudara satu sama lain, kami punya komunikasi baik, kami saling bantu, kami hidup bersama ditempat ini, dan kami saling menghargai satu sama lain, kata Pdt. Patar Soaduon Napitupulu.


Marawis yang mengandalkan bunyi dari gendang diperankan khusus pria ini merupakan khas orang Betawi karena alat musik ini kerap kali dimainkan dalam acara – acara perayaan yang sudah termasuk orkes tradisional Betawi. Dilanjut dengan tradisi palang pintu yang merupakan kesenian Betawi perpaduan antara silat dan pantun.


Tradisi ini seperti diartikan menghalangi orang lain yang akan masuk ke daerah tertentu, dimana suatu daerah memiliki jawara alias pendekar yang siap menghadang dan mengamankan daerahnya. Dalam hal ini, ada jawara di daerah dimana kompleks gereja HKBP Jakasampurna berada, lalu ada juga jawara yang datang bersama dengan Ephorus HKBP dan rombongan.


Jawara yang datang memberitahukan maksud kedatangan Pimpinan HKBP ke daerah ini untuk memimpin perayaan ultah gereja, tetapi jawara daerah setempat harus memastikan keamanan daerahnya dengan mengundang adu kemampuan silat dan pantun dengan suasana akrab. Ephorus HKBP bersama rombongan diperkenankan masuk ke kompleks bila jawaranya memenangkan adu silat serta pantun yang saling jawab. Atraksi ini juga memperlihatkan adu seni beladiri yang juga diperlengkapi dengan senjata golok.


Hadirnya Budaya Betawi mengawali acara gereja HKBP Jakasampurna dengan khas seni adu beladiri serta pantun yang menampilkan sisi humoris suku Betawi, menujukkan kalau Budaya Betawi eksis dan tetap dilestarikan, karena ini juga menjadi salah satu media menjalin silaturahmi. Tampak jelas, ikatakan silaturahmi yang baik antara HKBP Jakasampurna dengan warga sekitar juga berdampak positif kepada semua pihak, karena tercipta kerukunan dan kedamaian.


Ephorus dalam khotbahnya dari Lukas 6: 27 – 36, mengungkapkan sering sekali terjadi budaya meniru, kuatir tampil beda, padahal pengetahun, perilaku, dan kemampuannya berbeda – beda. Tidak baik kalau terus meniru dan hanya mengikut saja. Tetapi Firman mengajak kita untuk tidak hanya sama dan meniru dunia, tetapi siap dan berani tampil beda, ada keistimewaan, dan kelebihan, bukan dikarenakan kemampuan kita dan kekuatan kita tetapi karena dimampukan Yesus Kristus Raja Gereja. Tuhan mengkehendaki supaya ada “hatandian” yang kontras dari orang Percaya, hidupnya yang berguna, imannya hidup, bukan sekedar hidup, bukan pula sekedar berpendidikan, bukan sekedar sudah kerja saja, tetapi ada nilai – nilai Kristiani sebagaimana yang dikatakan Firman Tuhan dalam hidup dan perbuatan kita. Kalau hanya mengasihi sesama kita, apa bedanya kita dengan yang lain? Apalah keistimewaanmu kalau hanya mengasihi sesamamu, kelompokmu, margamu, keluargamu, karena mereka pun juga melakukan demikian. Mengasihi bukan hanya kepada kita, keluarga, seagama, sesuku saja, tetapi kepada semua orang. Orang Percaya harus menjadi orang yang berguna bagi banyak orang. Hendaklah kita semua menjadi Parasiroha, kata Ephorus HKBP.


Penampilan Budaya Batak dan Budaya Betawi disertai dengan Musik Marawis bukti kita semua bersaudara, kita tidak tertutup, kita terbuka dan bersahabat dengan yang lain. Ephorus juga menambahkan, ketika kunjungan ke Banda Aceh, Kampus UIN Ar – Raniry Banda Aceh mengundang untuk memberikan ceramah di kalangan mahasiswa berbeda Agama. Tentu ada pemahaman kalau persaudaraan itu bermanfaat, ada gunanya kita bersahabat dengan agama dan suka lain, bukan hanya di dalam komunitas suku yang sama saja.


HKBP Jakasampurna yang juga bersyukur atas berkat Tuhan dengan genapnya usia 40 tahun, sukacita bertambah – tambah dikarenakan terbitnya izin lokasi gereja dengan pengurusan waktu yang cukup singkat sekitar 3 bulan, demikian dengan peresmian sekaligus terbitnya izin gedung Serbaguna HKBP Jakasampurna yang bisa digunakan dengan berbagai kegiatan rohani, pendidikan, dan kegiatan bermanfaat lainnya.


Usai ibadah, beberapa acara diantaranya mangulosi baik jemaat dan pelayan, demikian juga penampilan paduan suara anak – anak Sekolah Minggu, perayaan ulang tahun gereja, penyerahan hadiah kepada pemenang Festival Paduan Suara Lansia kategori usia 60 – 102 Tahun.


Gedung Serbaguna yang baru diresmikan patut dihargai dan diharapkan bermanfaat untuk mendidik generasi muda penerus bangsa. Kita harus hidup rukun dan damai antar umat beragama, walaupun berbeda tetapi kita tetap jaga kesatuan sebab perbedaan sudah ada sejak kita lahir tetapi kita satu dalam membangun bangsa yang kita cintai ini khususnya di Kota Bekasi untuk semakin maju, tutur Ketua FKUB Bekasi Bpk Hj. Abdul Manan yang kali ini mewakili Walikota Bekasi.


Ketua Panitia Pesta Ulang Tahun dan Peresmian Gedung Serbaguna HKBP Jakasampurna St. M. Saragih juga menambahkan kalau pembangunan gedung serbanguna sudah sangat dibutuhkan gereja dan ini berjalan atas kerjasama yang baik dan dukungan penuh dari jemaat. Kami mengapresiasi dan bangga atas dukungan dari seluruh jemaat, bahkan benar – benar berkat Tuhan itu kita rasakan dengan terbitnya izin lokasi gereja ini demikian gedung serbaguna yang sudah selesai. Kami bangga atas kehadiran Ompu i Ephorus dan Ompu Boru bersama Bapak Praeses dan Inang dalam acara ini, tentunya harapan kita sebagaimana yang disampaikan Ompu i Ephorus agar Gedung Serbaguna ini bermanfaat untuk pengembangan pelayanan dan pendidikan, kata ketua Panitia.


HKBP Jakasampurna yang beralamatkan Jln. Gowa No. 73 Jakasampurna Bekasi Barat ini dilayani Pdt. Patar Soaduon Napitupulu, M.Min sebagai Pendeta Ressort, Pdt. Ridwan Silitonga sebagai Pendeta Fungsional, Pdt. Friska br. Simanjuntak sebagai Pendeta Fungsional, dengan 46 Orang Sintua, yang melayani 1200 KK jemaat. Turut hadir: Pemkot Bekasi diwakili Ketua FKUB Hj. Abdul Manan bersama rombongan, Para Alim Ulama, Lurah Setempat, Para Pendeta, Utusan Pemenang Festival Koor Lansia, Tokoh Masyarakat, dan seluruh jemaat. (KE)



























comments

Leave a Reply