"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

"Mata Tuhan Tertuju kepada Jemaat HKBP Ruth ini"

MEDAN, hkbp.or.id - Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan berkhotbah di HKBP Ruth-Simalingkar B, Medan (31/10/2021). Khotbah dari Pdt. Tinambunan berdasar kepada teks Roma 1:16-17 (TB): Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." 

Ibadah saat ini dilayani oleh Pdt. Tinambunan sebagai Pengkhotbah dan Pdt. Lidia Butarbutar, Pimpinan Jemaat HKBP Persiapan Resort Simalingkar B, sebagai Liturgis. 


Dalam khotbahnya Pdt. Tinambunan menyebutkan bahwa di bulan Oktober ada 2 peristiwa besar dalam HKBP yaitu; tanggal 7 Oktober sebagai hari lahir HKBP dan tanggal 31 Oktober sebagai hari Reformasi Gereja yang pada hari ini jatuh tepat di hari Minggu. 


Pdt. Tinambunan menjelaskan kisah hidup Paulus yang terus memberitakan Injil walaupun memiliki penyakit yang tidak kunjung sembuh dan terpenjara. "Walaupun tubuh Paulus dipenjara, Firman Tuhan tidak pernah terpenjara," terang Pdt. Tinambunan. 

Dalam refleksinya, Pdt. Tinambunan menekankan pentingnya menyadari keadaan kita sebagai umat yang ditebus Tuhan Yesus dari dosa.

"Dalam kerendahan hati, mari kita mengakui segala dosa dan kesalahan kita di hadapan Tuhan. Pengampunan dosa tidak dapat dibeli, kalaupun kita mengumpulkan persembahan bukan untuk membeli pengampunan dosa melainkan karena Tuhan Yesus Kristus sudah menebus kita dari dosa dan membuat kita menjadi pewaris kehidupan yang kekal," terang Pdt. Tinambunan. 


Mengujungi khotbahnya, Pdt. Tinambunan mengajak warga jemaat HKBP Ruth untuk memberitakan Injil di semua lini kehidupan mulai dari rumah. "Menjadi pemberita Injil mulai dari rumah dengan cara membiasakan diri berdoa dan membaca Firman Tuhan di tengah keluarga." 

HKBP Ruth-Simalingkar B menjalani usia 2 tahun setelah diresmikan sebagai jemaat penuh pada tahun 2019. Warga jemaat HKBP Ruth berjumlah 95 keluarga dan dilayani oleh St. Panjaitan sebagai Pimpinan Jemaat.



Setelah ibadah, diadakan ramah tamah yang dihadiri oleh Pdt. Timbul Hutahaean dan Pdt. Sugara Barimbing dari Resort Simalingkar. Dalam ramah tamah, Pdt. Tinambunan meneguhkan iman warga jemaat, "Mata Tuhan tertuju kepada Jemaat HKBP Ruth ini!"


SKS-NS

Pustaka Digital