"Jadi ro ma hata ni si Samuel tu sandok Israel songon on: Molo tung mulak hamu tu Jahowa sian nasa rohamuna, sai paholang hamu ma angka debata sileban sian tongatongamuna, ro di angka sombaon Astarot, jala marsihohot rohamuna tu Jahowa, jala sasada Ibana oloi hamu, asa dipalua hamu sian tangan ni halak Palistim.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.""

1 Samuel 7 : 3

“Peranan HKBP dalam Pembangunan Bangsa” Seminar Sehari HKBP Distrik V Sumatera Timur

Pdt. Dr. Deonal Sinaga selaku Kepala Departemen Koinonia HKBP, menghadiri seminar sehari yang diadakan oleh HKBP Distrik V Sumatera Timur sebagai pembicara bersama panelis lainnya, St. Prof. Dr. Albiner Siagian. Seminar yang bertajuk "Peran Budaya dan Agama dalam Pembangunan Bangsa secara khusus dalam Konteks Perwujudan Visi Kota/Kabupaten; Pematangsiantar, Simalungun, dan Batubara" ini diselenggarakan sebagai bentuk konkret HKBP Distrik V Sumatera Timur dalam menjalankan perannya sebagai motor kemajuan bangsa di tengah masyarakat. Seminar ini sendiri diselenggarakan di Sopo Godang HKBP Pematangsiantar dihadiri oleh perwakilan 120 ribu jiwa anggota HKBP yang tersebar di tiga wilayah pemerintahan dan kota.




Pdt. Dr. Deonal Sinaga, pada presentasinya, secara ringan namun lugas menjelaskan dasar teologis mengapa gereja, termasuk HKBP, perlu terus memberi jawaban atas berbagai tantangan konteks di mana ia hadir sehingga gereja tidak hanya terkungkung dalam pemahaman "membawa umat mendekat kepada surga" tetapi juga secara nyata "membawa surga ke dalam realitas kehidupan." Pemahaman ini perlu terus digaungkan agar gereja dan masyarakat bisa bersama mengupayakan yang terbaik untuk dunia, secara umum, dan kota masing-masing, secara khusus.




Untuk membuat pesan di atas menjadi semakin nyata, Pdt. Dr. Deonal Sinaga menjelaskan perang yang terjadi antara Ukraina dan Rusia sebagai contoh. Permasalahan ini haruslah kita lihat sebagai permasalahan bersama, bukan hanya permasalahan Eropa Timur. Oleh sebab itu, gereja tidak seharusnya menutup mata tetapi harus terus menyuarakan nilai-nilai keadilan dan perdamaian agar perang di sana bisa segera berakhir.




Sebagai penutup, Pdt. Dr. Deonal Sinaga kembali mengingatkan bahwa gereja sebagai perpanjangan tangan Tuhan di dunia harus terus mengupayakan terwujudnya keadilan dan perdamaian sehingga semua ciptaan bisa merasakan hidup dalam kepenuhan (Fulness of life for all).





Pustaka Digital