"Tungki do rohangku di bagasan, dibahen i marningot do ahu di Ho sian luat martopihon Jordan, dohot sian Hermon, sian dolok Misar.

Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Jordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar."

Psalmen 42: 7

Kunjungan Pastoral Kadep Marturia ke HKBP Sabungan Pulau Raja

Minggu (14/4), Kepala Departemen Marturia HKBP kunjungan pastoral ke HKBP Sabungan Pulau Raja Ressort Pulau Raja Distrik XIII Asahan Labuha Batu. HKBP Sabungan Pulau Raja ini tereletak di jalan pelita, jalan lintas sumatera daerah Pulau Rakyat Tua, Kecamatan Pulau Rakyat. Sekitar 100 meter dari jalan lintas menuju Gereja HKBP Sabungan Pulau Raja, simpang sebelah kiri jika kita datang dari Kisaran. HKBP Sabungan Pulau Raja ini melayani ibadah pagi pada pukul 08.00 wib bagi sekolah minggu dan ibadah pukul 10.00 wib untuk bahasa batak. Pada kunjungan ibu kadep kali ini bersama-sama pelayan Departemen Marturia HKBP dalam rangka penjemaatan program Marturia dibeberapa resort di HKBP Distrik XIII Asahan Labuhan Batu.

Ibu kadep Marturia melayani di HKBP Sabungan Pulau Raja, Pdt David Silaban melayani ibadah di HKBP Desa Gajah Ressort Desa Gajah, Pdt. Samsir Hutagalung melayani ibadah di HKBP Kebun Pulau Raja Ressort  Pulau Raja, Pdt. Susi Hutabarat melayani ibadah di HKBP Air Batu Ressort Air Batu, Pdt. Galumbang Rajagukguk melayani ibadah di HKBP Simpang Empat Ressort Tanjung Balai, Pdt. Berton Hutapea melayani di HKBP Persatuan Ressort Persatuan. Sebelumnya, pada hari sabtu seluruh pelayan dari Departemen Marturia berkordinasi dengan Praeses HKBP Distrik XIII Asahan Labuhan Batu  bapak Pdt. Bernard Manik, tepatnya dirumah dinas Praeses. Setelah kordinasi akan pelayanan pada hari minggu, jamuan makan juga menyusul untuk dinikmati sebelum berangkat menuju tempat pelayanan masing-masing.

Pada kordinasi yang dilaksanakan dirumah Praeses mengarahkan pelayan dari Departemen Marturia untuk menjemaatkan pelayanan Marturia kepada jemaat, memberikan pengertian pelayanan Marturia dibidang zending dan music ibadah. Secara khusus menerima respon dari setiap jemaat untuk pemahaman jemaat membantu jemaat (huria mangurupi huria) dalam melengkapi alat  music dibeberapa gereja HKBP yang masih belum memiliki keyboard sampai saat ini. Padahal gereja tersebut sudah ada yang berdiri duapuluh tahun, tiga puluh tahun, bahkan diatas lima puluh tahun. Disini, pelayanan dari Departemen Marturia menjemaatkan pelayanan terssebut. Sebelum khotbah, ibu kadep sseperti biasa menjelasakan pelayanan yang dilaksanakan oleh Departemen Marturia sampai saat ini. Seluruh jemaat di HKBP Sabungan Pulau Raja mendengar dengan baik dan penuh dengan konsentrasi. Selama 15 menit jemaat dengan tenang mendengarkan penjelasan ibu kadep, sebab masih ada juga jemaat yang sampai saat ini belum paham akan pelayanan Marturia. Melalui penjelasan ini, banyak jemaat memberikan respon melalui jawaban dari pertanyaan ibu kadep. Di dalam ibadah juga dilaksanakan pengumpulan persembahan untuk mendukung pelayanan Departemen Marturia khususnya untuk membantu jemaat yang belum memiliki keyboard.

Dalam khotbah ibu kadep menjelaskan nas dari Matius 25:1-13, kalimat yang mengatakan bahwa penyesalan selalu datang terlambat merupakan suatu sikap manusia yang tidak pernah mempersiapkan akan apa yang akan terjadi di dalam hidupnya untuk lebih baik. Ada pula yang mengikuti proses perjalanan hidup dari situasi dan kondisi yang terjadi pada saat itu (bahasa batak: marnida di lapik ma). Di minggu Palmarum ini, kita diingatkan dimana Yesus memberikan suatu perumpamaan tentang kerajaan sorga melalui kisah 10 gadis yang mengambil pelitanya untuk menyongsong mempelai laki-laki. Lima gadis yang bijaksana dan lima lagi gadis yang bodoh. Dari kisah ini dapat kita belajar, ada beberapa hal yang penting, yaitu:

  1. Mempersiapkan diri. Sebagai orang percaya, kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut kedatanganNYa dengan perlengkapan rohani (Ef 6:14-18). Mempersiapkan diri dengan perlengkapan senjata Allah sangat menolong kita untuk sebuah kehidupan sampai akhir kehidupan.
  2. Menyediakan dan menggunakan waktu. Tuhan yang empunya waktu dan Dia juga yang mengatur waktu kehidupan kita bahkan Dia juga yang berhak atas hidup kita. Untuk itu, kita lebih fokus pada ruang dan kesempatan merayakan perjalanan kehidupan yang diberikan oleh Tuhan.

Oleh karena itu, marilah kita memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang positif, tidak menghambur-hamburkan waktu untuk mengikuti keinginan daging. Sikap dan waktu menggambarkan bahwa kita sedang menaati Dia, sehingga tidak ada kata terlambat atau penyesalan.

Seusai ibadah, Rombongan ibu kadep dijamu oleh pendeta dan parhalado di rumah jemaat untuk menikmati makan siang, tepatnya di rumah bapak Sitorus/br. Hasibuan. Dalam percakapan santap siang tersebut, rombongan ibu Kadep mengucapkan terima kasih kepada pendeta dan parhalado yang menyambut baik akan kunjungan ini. Setelah itu, rombongan ibu kadep kembali menuju Pematang siantar untuk melanjutkan pelayanan. Kiranya melalui pelayanan Departemen  Marturia pada minggu ini di enam gereja yang di Distrik XIII Asahan Labuhan Batu membawa semangat bagi jemaat dan pelayan untuk melaksanakan pelayanan Marturia ditingkat jemaat dan resort serta ditingkat distrik dan hatopan. Begitu juga dengan persembahan yang terkumpul dari jemaat, kiranya menjadi semangat baru untuk melanjutkan pelayanan Marturia ke depannya. Huria mangurupi Huria. //JLS

 

comments

Leave a Reply

Pustaka Digital