Menyatukan langkah untuk Ending AIDS 2030

Memperingati hari AIDS se-dunia 1 Desember 2022 adalah salah satu upaya untuk membangun kesadaran masyarakat, pemerintah dan lembaga agama dalam menghapus stigma diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Jika stigma sudah hilang, maka upaya pencegahan HIV dan AIDS dan penjangkauan kepada kelompok berisiko lebih mudah dilakukan. Oleh karena itu HKBP AIDS Ministry memanfaatkan momen ini, untuk mengajak lembaga agama, pemerintah dan masyarakat untuk melakukan kegiatan pencegahan HIV dan AIDS. Bersama dengan UEM, JKLPK, dan pemerintah kabupaten Toba, HKBP AIDS Ministry melakukan beberapa rangkaian kegiatan. Berlangsung sejak tanggal 27 hingga 3 Desember 2022. 


Adapun kegiatan yang berlangsung ialah edukasi melalui talkshow edukasi bersama HKBP AIDS Ministry, baik melalui media sosial, televisi dan radio. Sedang ibadah pada tanggal 27 November dilaksanakan ibadah Peringatan Hari AIDS se-dunia (HAS) 2022 bersama di HKBP Ressort Porsea Kota. Pada ibadah tersebut, kepada jemaat dibagikan brosur HIV dan AIDS, serta pita merah sebagai lambang kepedulian terhadap pencegahan upaya ending AIDS 2030.

Dilaksanakan pula dua lokakarya nasional, yaitu pra HAS pada tanggal 29 November 2022 yang berlangsung secara virtual. Lokakarya ini bertemakan “Menyelisik Arah Kebijakan Nasional HIV dan AIDS Menuju Ending AIDS 2030, dan difasilitasi oleh Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK). Adapun narasumber yang hadir ialah Kementrian Kesehatan RI dan Yayasan Pelangi Maluku, serta menghadirkan penanggap dari Maha Bhoga Marga – HKBP AIDS Ministry – Sumatera Utara.


Sebagai lanjutan dari diskusi tersebut, dilaksanakan lokakarya dengan tema Keterlibatan Stratergis Jejaring Pemerintah, Lembaga Agama, Masyarakat Sipil dan Komunitas Merespons Masalah HIV di Indonesia khususnya di Daerah Tapanuli Raya. “AIDS Back to Agenda”. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peseta secara offline dan online sebanyak 31. Pesertanya berasal dari pimpinan lembaga agama, Dinkes dan Dinsos Se-Tapanuli Raya serta anggota Komunitas di Tapanuli Raya.

Lokakarya ini menghadirkan UNAIDS, Kemenkes RI, KPA Sumut, UEM, Departemen Diakonia HKBP, HKBP AIDS Ministry dan  Komisi HIV AIDS GBKP. Lokakarya ini berlangsung sejak pukul 09.00-17.00 dan memberikan rekomendasi. 

Kegiatan puncak peringatan ini dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2022. Pada hari ini ada empat kegiatan yang berlangsung secara bersamaan. Pertama, pameran AIDS day yang menampilkan perjuangan-perjuangan ODHIV, fakta-fakta mengenai pencegahan dan pengendalian HIV AIDS serta karya-karya kreatif yang dibuat ke dalam poster. Peserta yang datang diharapkan mengetahui, memahami dan akhirnya terdorong untuk ikut aktif dalam pencegahan HIV AIDS.


Kedua, ialah skrining HIV, yang berlangsung sejak pukul 08 hingga pukul 13.00, diikuti oleh 81 orang. Kegiatan skrining ini difasilitasi oleh UPT Puskesmas Tandang Buhit, Balige. Bertujuan untuk mendorong masyarakat mengetahui status HIV mereka, sehingga semakin cepat terobati. Ketiga, donor darah difasilitasi oleh RSUD Porsea. Tujuan donor darah ialah mendorong masyarakat untuk melakukan donor darah untuk menolong sesama dan mempercepat menemukan kasus. Selain itu, UPT Puskesmas Soposurung dan Dinkes Toba menyiapkan ambulance untuk pertolongan pertama.
Kegiatan dilanjutkan dengan Long March, yang diikuti sebanyak 620 orang. Mereka berasal dari pelajar SMA dan SMK yang ada di wilayah Balige, pendidik sebaya HKBP Desa Binjai, Tebing Tinggi, Pendidik Sebaya HKBP El-Jovan Lumban Lobu, pendidik sebaya SMA BTB, God Voice. Mahasiswa STD HKBP, AKPER Balige, STB HKBP, IT Del, STIKES Arjuna, jemaat dari gereja sekitar, serta pemerinta daerah kabupaten Toba. 
Kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan, Pdt. Same Siahaan, STh, menyanyikan lagu Indonesia Raya, seruan teman-teman komunitas, puisi Cinta UntukMu, Puisi dari ODHIV Dewasa, Stigma di antara kita. Dilanjutkan dengan pembacaan rekomendasi Lokakarya Nasional Keterlibatan Stratergis Jejaring Pemerintah, Lembaga Agama, Masyarakat Sipil dan Komunitas Merespons Masalah HIV di Indonesia khususnya di Daerah Tapanuli Raya “AIDS Back to Agenda” yang dilaksanakan 01 Desember 2022. 
Berdasarkan situasi dan kondisi tersebut, dan dihubungkan dengan tema nasioal Hari AIDS sedunia tahun 2022 “Satukan Langkah, Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS” maka kami menyerukan kepada Kepala Daerah, Pimpinan Gereja dan Pimpinan Lembaga Agama segera melakukan tindakan nyata dan strategis untuk mengoptimalkan pelayanan pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS.
Kepada Lembaga agama, khususnya gereja-gereja anggota UEM, Sekber UEM, dan PGI, kami merekomendasikan untuk mengambil langkah kongkrit dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS. Usai rekomendasi disampaikan, dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ketua panitia, Julius Sitorus. Dalam kata sambutannya, beliau menyurakan agar semua pihak, baik pemerintah dan lembaga agama, lembaga pendidikan dan masyarakat menyatukan langkah dan sikap untuk mengakhiri AIDS. Setelahnya, ibu Irma Simanjuntak (advokasi United Evangelical Mission) melakukan launching poster dan bahan-bahan kampanye Human Right UEM. Pada launching tersebut, UEM mengajak masyarakat untuk melawan rasisme dan stigma terhadap sesama manusia. 
Bapak Sekretaris daerah yang hadir juga berpesan agar semua mendukung pertumbuhan generasi muda yang sehat untuk itu perlu edukasi HIV dan AIDS kepada pemuda, dalam sector pendidikan. Dilanjutkan dengan kata sambutan oleh bapak bupati kabupaten Toba, Ir. Poltak Sitorus, yang mendorong agar daerah kabupaten Toba menjadi daerah wisata yang sehat untuk itu semua harus melakukan pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS. Pdt. Debora Sinaga selaku kepala Departemen Diakonia HKBP, memberikan arahan dan apresiasi kepada seluruh panitia yang bertugas. Beliau menyampaikan bahwa semua setara dan semua berharga di mata Allah, karena semua adalah bagian dari tubuh Kristus. 

Setelah peserta kembali ke komplek Patung D.I Panjaitan, bersama seluruh peserta bergerak untuk mebubuhkan tanda tangan mereka sebagai bentuk komitmen bersama untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS. Kegiatan lalu ditutup oleh Pdt. Debora Purada Sinaga, dan dilanjutkan dengan makan bersama. Kiranya melalui rangkaian kegiatan ini, ending AIDS 2030 dapat tercapai. (AS_HAM) 

Pustaka Digital